AR Mutajalli

Buktikan Pada Dunia Bahwa Kita Pernah Ada Dengan Karya Dan Tulisan

  • Home
  • About
  • Vlog
  • Hobi
  • Jurnalistik
  • Galeri
Home » Bahasa Jurnalistik » kampus » makalah » skripsi » KAIDAH BAHASA INDONESIA (EYD) DALAM BAHASA JURNALISTIK

Friday, June 7, 2013

KAIDAH BAHASA INDONESIA (EYD) DALAM BAHASA JURNALISTIK

TUGAS VI BAHASA JURNLISTIK
ALI RAHMAN MUTAJALLI
JURNALISTIK IV/C
KAMIS, 12 APRIL 2012

KAIDAH BAHASA INDONESIA (EYD) DALAM BAHASA JURNALISTIK

Pertata bahasaan Jurnalistik merupakan trendseter dalam kebahasaan masyarakat luas yang merupakan salah satu faktor mobilisator dalam dinamika tata bahasa itu sendiri. Peran jurnalistik dalam mengarahkan pola pikir masyarakat dalam berbahasa ini yang menjadi suatu tugas besar dalam membentuk pola sistem pertatabahasaan yang berkarakter dan memiliki citra natural yang baik dimata dunia pada umumnya dan Indonesia itu sendiri sebagai konsumen dari produknya sendiri.

Di dalam Jurnalistik, pada umumnya memiliki sistem EYD yang hampir sama dengan EYD dalam pertatabahasaan Indonesia. namun terdapat beberapa pengecualian yang cukup vital. Seperti halnya judul berita berikut:

“Persib Bantai Persija 
Mestinya : “Persib Membantai Persija”

EYD resmi menjadi aturan berbahasa vokal yang resmi, dan itu telah disepakati oleh tiga Negara asia Timur, diantaranya, Indonesia, Bruney Darussalam, dan Malaysia.

Prinsip EYD :

EYD memiliki prinsip tidak mengenal dobel huruf, karena memang tidak berguna dan tidak ada fungsinya.

Contoh :
Dalam kata imaddudin, huruf “D” tidak berfungsi saat diucapkan. Kecuali pengucapan dobel huruf pada nama seseorang

A. Penulisan Huruf Kapital

Huruf kapital pada huruf depan sebuah judul kecuali kata sambung

Contoh :
1. “UIN Lengkapi Fasilitas dan Staf…..
Bila diikuti nama tempat atau nama orang, huruf sebelumnya kapital.

Contoh : 
1. ….bertemu Bupati Bandung
( kata sebelum nama tempat atau wilayah berhuruf kapital)
2. Saya main di sungai, namanya Sungai Citarum
( kata sebelum nama tempat atau wilayah berhuruf kapital)

Huruf pertama nama bangsa

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Contoh :
1. saya ingin pergi ke Jerman
2. ........bangsa Indonesia

Nama geografi sebagai nama jenis

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri

Contoh : 
Saya pergi ke selat (tidak capital)
Selat Malaka (S kapital)
Setiap unsur bentuk ulang sempurna

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.

Contoh :
Undang-undang, Bangsa-bangsa (huruf keduanya tidak kapital)
Penulisan kata depan dan sambung

Huruf kapital dipakai dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal

Contoh :
Harimau Tua Dan Ayam Centil (Salah)
Harimau Tua dan Ayam Centil (Benar)

B. Penulisan Huruf Miring

Ketentuan huruf miring hanya menunjuk pada; 
a. Penulisan nama buku 
b. Nama media atau surat kabar
c. Penegasan atau pengkhususan
d. Penulisan kata ilmiah.
e. Penulisan pada bahasa asing

Contoh : 
Saya suka mengucapkan “good morning” setiap pagi

C. penulisan Kata Turunan

a. gabungan kata dapat awalan dan akhiran
Jika kata dasar yang berupa gabungan kata yang khusus, maka mendapat imbuhan awalan atau akhiran sekaligus

Contoh :
* Tepuk tangan - bertepuk tangan
Menjadi
* Garis bawah - garis bawahi
Menjadi
* Lipat ganda - dilipat gandakan
Menjadi

b. Gabungan kata dalam kombinasi
Kata yang seharusnya digabung, namun tetap dibiarkan terpisah

Contoh :
* Antarkota - Antar kota
Dibiarkan menjadi
* Audiovisual - Audio visual
Dibiarkan menjadi
* AntiAS - Anti-AS
Dibiarkan menjadi

D. Penulisan Gabungan Kata
Penulisan gabungan kata istilah khusus
Gabungan kata istilah khusus yang harus ditulis dengan tanda hubung

Contoh :
anak-istri saya
ibu-bapak kami
Penulisan gabungan kata serangkai

Contoh :
1. Olahraga
2. Kacamata (mesti digabung) sebab sebagai contoh “kacamata” 
3. saputangan bila ditulis kaca-mata, nanti disangkanya matanya 
4. sekalipun memiliki kaca
5. sapu lidi (penulisan dipisah) sebab pada kata sapu, terdapat nama sapu ijuk juga selain sapu lidi

E. Penulisan Partikel
Yaitu pada sebuah kata yang tidak memiliki makna, namun bila menempel pada kata lain, maka akan menjadi bermakna atau memiliki arti.

Contoh :
* kah (diberi kata) ada - adakah?
Menjadi
* lah (diberi kata) baca - bacalah!
Menjadi

a. Penulisan partikel pun
* Partikel pun yang harus ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Contoh :
apa pun
kapan pun
di mana pun
sepuluh kali pun

* Partikel pun yang harus ditulis menyatu dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh :
adapun
andaipun
ataupun
bagaimanapun biarpun meskipun
walaupun dll.

b. Penulisan partikel per

Contoh :
satu per satu
Rp 7.500 per helai
Perbedaan Penulisan Akronim dan Singkatan
SINGKATAN
yaitu tersusun dari hufuf-huruf awal

Contoh :
TNI singkatan dari Tentara Negara Indonesia
KB singkatan dari Kampungan Banget.
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:41:00 AM

Belum ada komentar untuk "KAIDAH BAHASA INDONESIA (EYD) DALAM BAHASA JURNALISTIK"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan jejak anda disini..

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)
Find Us :
Click Here!

Entri Populer

  • Langkah Pertama Bisnis Online: Membuat Akun Payoneer
    Alhamdulillah, berkah Ramadan, setelah memabaca e-book premium dari mas Dian  Umbara, saya mantap untuk mengikuti jejaknya. Beliau menjadi ...
  • Bebek Kaleo, Bebek Paling Lembut di Dunia
    Pernah makan bebek nggak? Kalian harus coba masakan bebek yang satu ini, Bebek Kaleo. Saat jalan-jalan ke kota Bandung, tidak lengk...
  • Cari Kuliner Nusantara? di Cipika Aja!
    Beberapa tahun terakhir banyak media yang memberitakan tentang penipuan-penipuan saat berbelanja online. Awalnya ngeri juga dengar berita-...

Blog Archive

  • ►  2017 ( 1 )
    • September 2017 ( 1 )
  • ►  2016 ( 2 )
    • June 2016 ( 2 )
  • ►  2015 ( 18 )
    • September 2015 ( 4 )
    • August 2015 ( 8 )
    • May 2015 ( 1 )
    • April 2015 ( 2 )
    • March 2015 ( 1 )
    • February 2015 ( 1 )
    • January 2015 ( 1 )
  • ►  2014 ( 46 )
    • December 2014 ( 3 )
    • November 2014 ( 5 )
    • October 2014 ( 1 )
    • September 2014 ( 7 )
    • August 2014 ( 4 )
    • July 2014 ( 5 )
    • June 2014 ( 11 )
    • May 2014 ( 6 )
    • April 2014 ( 1 )
    • March 2014 ( 1 )
    • February 2014 ( 1 )
    • January 2014 ( 1 )
  • ▼  2013 ( 22 )
    • December 2013 ( 1 )
    • November 2013 ( 1 )
    • October 2013 ( 2 )
    • September 2013 ( 3 )
    • August 2013 ( 2 )
    • July 2013 ( 2 )
    • June 2013 ( 1 )
    • May 2013 ( 2 )
    • April 2013 ( 2 )
    • March 2013 ( 2 )
    • February 2013 ( 3 )
    • January 2013 ( 1 )
  • ►  2012 ( 26 )
    • December 2012 ( 2 )
    • November 2012 ( 1 )
    • October 2012 ( 1 )
    • September 2012 ( 3 )
    • August 2012 ( 2 )
    • July 2012 ( 2 )
    • June 2012 ( 2 )
    • May 2012 ( 2 )
    • April 2012 ( 6 )
    • March 2012 ( 3 )
    • February 2012 ( 1 )
    • January 2012 ( 1 )
  • ►  2011 ( 29 )
    • December 2011 ( 1 )
    • November 2011 ( 1 )
    • October 2011 ( 4 )
    • September 2011 ( 4 )
    • August 2011 ( 4 )
    • July 2011 ( 3 )
    • June 2011 ( 2 )
    • May 2011 ( 3 )
    • April 2011 ( 1 )
    • March 2011 ( 3 )
    • February 2011 ( 1 )
    • January 2011 ( 2 )
AR Mutajalli. Powered by Blogger.

About Me

erig
View my complete profile

Blogroll

ASEAN Blogger
My Community :
Copyright 2016 AR Mutajalli - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates