AR Mutajalli

Buktikan Pada Dunia Bahwa Kita Pernah Ada Dengan Karya Dan Tulisan

  • Home
  • About
  • Vlog
  • Hobi
  • Jurnalistik
  • Galeri
Home » Archive for April 2013

Wednesday, April 24, 2013

Bermain Sambil Belajar

UIN Syarif Hidayatullah Jakata merupakan salah satu universitas dengan jumlah mahasiswa terbanyak di Jakarta. Selain jumlahnya yang banyak, mahasiswanya juga islami dan dermawan sehingga sangat peduli dengan sesama. Inilah yang dimanfaatkan oleh bocah sepuluh tahun asal Ciputat yang mengaku bernama Iwan.
Iwan
Tubuh mungilnya yang berwajah polos di tutupi dengan pakaian selayaknya anak seumurannya. Tidak ada yang menyangka jika anak ini sudah bisa menghasilkan uang dengan mengamen. Anak yang seharusnya mendapat perhatian dan kasih sayang yang lebih dari orang tuanya. Terjebak dengan kesehariannya bermain sambil bekerja di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang luput dari perhatian orang tuanya. 

Sebelum senja beristirahat di ufuk barat, sehabis ashar Iwan sudah berkeliaran di gedung-gedung berlantai tujuh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk mencari peruntukannya dari kantong-kantong mahasiswa yang barangkali memiliki receh untuk menjadi haknya. Berbekal amplop kecil dan botol minuman bekas yang diisi beberapa butir beras, Iwan berharap beberapa mahasiswa merelakan recehnya untuk mengisi amplop yang dibagikannya.

Setiap hari, Iwan mengaku mendapat sedikitnya sepuluh ribu rupiah dari kantong-kantong mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Uang itu nantinya sebagian dibagi dengan ibunya untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan sebagian lagi digunakannya untuk jajan. “Sehari bisa dapat goceng trus buat ibu, buat jajan juga” ungkapnya. 

Iwan mengaku senang mengamen di kampus dari pada di angkot karena tidak terlalu sulit. Selain itu, Iwan juga menikmatinya karena menganggap mengamen itu seperti bermain dan lebih menyenangkan karena mendapatkan hasil (uang). Setiap hari Iwan mengamen dari sehabis ashar sampai magrib karena pada waktu tersebut mahasiswa sedang ramai-ramainya sedang nongkrong di lobi-lobi gedung fakultas.

“Saya ngamen habis ashar sampai magrib trus di jemput sama bos,” ungkapnya.

Ternyata Iwan tidak sendiri dalam melakukan pekerjaannya. Pengamen cilik yang sering berkeliaran dikampus-kampus memiliki koordinator dalam menggerakkan musisi-musisi cilik botol minuman bekas ini. Iwan hanyalah satu dari sekian banyak pengamen cilik yang meramaikan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang setiap hari turut berbaur dengan mahasiswa dan memiliki jadwal seperti mahasiswa. 

Namun demikian, Iwan tidak merasa dirugikan, karena dengan itu dia bisa membantu ibunya memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
6:24:00 PM

Wednesday, April 10, 2013

EDITING DALAM BAHASA JURNALISTIK

EDITING DALAM BAHASA JURNALISTIK
Menyunting naskah adalah proses dalam menyeleksi berita, memperbaiki penulisan laporan dan naskah dari kantor berita, dan menyusun urutan berita. 

Tujuan utama proses editing adalah untuk mengetahui dan melihat kembali tulisan-tulisan berita yang telah disusun dengan baik dan benar, intinya editing dilakukan agar tulisan berita menjadi lebih enak dibaca dan komunikatif. 

Syarat mutlak sebelum mulai menyunting adalah membaca dulu secara keseluruhan naskah yang akan disunting. 

Dari segi proses, editing terbagi dalam dua tahap: 

1. Penyuntingan Redaksional
Mengacu pada proses penyuntingan yang menekankan pada aspek kelogisan berita, kemudahan pemahaman, dan kejelasan makna. 

2. Penyuntingan Substansial
Mengacu pada proses penyuntingan yang menekankan pada keakuratan data dan kebenaran fakta. 

Langkah yang perlu dilakukan seorang editor adalah menguji naskah:

Apakah ceritanya masuk akal atau tidak?
Apakah kalimat awalnya tepat?
Apakah berita tersebut memberi gambaran situasi secara jelas? 
Apakah fakta dan gagasan atau pendapat berurutan secara logis?
Apakah ada bagian yang secara jelas merupakan pengulangan?
Apakah naskahnya sudah sedemikian rupa, sehingga newscaster secara mudah dapat menghayatinya? 

Fokus penyuntingan 

Mengoreksi naskah dan menghindari salah ketik
Menjadikan tulisan lebih menarik
Mengecek aspek kata, kalimat dan penggunaan istilah
Memperhatikan pilihan kata dan gaya bahasa 
Menghindari pemakaian kata yang bermakna konotatif
Berorientasi pada bahasa populer agar mudah dipahami. 

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan editor 

Membaca teks dengan sebaik mungkin dan memahaminya
Memperhatikan unsur kosa kata, kalimat dan makna
Mengecek kesesuaian kaidah ejaan dan tanda baca yang berlaku 
Memperhatikan koherensi keterpaduan isi setiap paragraf
Mengecek pemakaian kalimat, dari segi kuantitatif dan kualitatif
Mengecek gaya bahasa yang digunakan 
Memperhatikan pola kalimat yang digunakan agar tidak monoton
Melihat panjang pendek kalimat agar tidak membosankan dan lebih sederhana
Mengecek susunan kata, ambiguitas dan  memakai kata yang tepat 
Memastikan aspek komunikatif bahasa yang digunakan
Memeriksa kesalahan kalimat, kata, tanda baca, huruf kapital dan ejaan
Membaca dengan saksama hasil editan 

Tahapan Sebelum Berita Disajikan 

Memperbaiki kesalahan-kesalahan faktual
Menghindari kontradiksi dan memperbaiki berita
Memperbaiki kesalahan ejaan
Menyesuaikan gaya bahasa dengan gaya bahasa media yang bersangkutan 
Meringkas berita agar memiliki kejelasan makna
Menghindari pamakaian bahasa yang negatif dan bermakna ganda
Melengkapi tulisan dengan bahan-bahan tipografi
Menemukan judul yang menarik
Membuat keterangan gambar/caption 
Mengecek berita yang tercetak 
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:33:00 AM
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)
Find Us :
Click Here!

Entri Populer

  • Langkah Pertama Bisnis Online: Membuat Akun Payoneer
    Alhamdulillah, berkah Ramadan, setelah memabaca e-book premium dari mas Dian  Umbara, saya mantap untuk mengikuti jejaknya. Beliau menjadi ...
  • Bebek Kaleo, Bebek Paling Lembut di Dunia
    Pernah makan bebek nggak? Kalian harus coba masakan bebek yang satu ini, Bebek Kaleo. Saat jalan-jalan ke kota Bandung, tidak lengk...
  • Cari Kuliner Nusantara? di Cipika Aja!
    Beberapa tahun terakhir banyak media yang memberitakan tentang penipuan-penipuan saat berbelanja online. Awalnya ngeri juga dengar berita-...

Blog Archive

  • ►  2017 ( 1 )
    • September 2017 ( 1 )
  • ►  2016 ( 2 )
    • June 2016 ( 2 )
  • ►  2015 ( 18 )
    • September 2015 ( 4 )
    • August 2015 ( 8 )
    • May 2015 ( 1 )
    • April 2015 ( 2 )
    • March 2015 ( 1 )
    • February 2015 ( 1 )
    • January 2015 ( 1 )
  • ►  2014 ( 46 )
    • December 2014 ( 3 )
    • November 2014 ( 5 )
    • October 2014 ( 1 )
    • September 2014 ( 7 )
    • August 2014 ( 4 )
    • July 2014 ( 5 )
    • June 2014 ( 11 )
    • May 2014 ( 6 )
    • April 2014 ( 1 )
    • March 2014 ( 1 )
    • February 2014 ( 1 )
    • January 2014 ( 1 )
  • ▼  2013 ( 22 )
    • December 2013 ( 1 )
    • November 2013 ( 1 )
    • October 2013 ( 2 )
    • September 2013 ( 3 )
    • August 2013 ( 2 )
    • July 2013 ( 2 )
    • June 2013 ( 1 )
    • May 2013 ( 2 )
    • April 2013 ( 2 )
    • March 2013 ( 2 )
    • February 2013 ( 3 )
    • January 2013 ( 1 )
  • ►  2012 ( 26 )
    • December 2012 ( 2 )
    • November 2012 ( 1 )
    • October 2012 ( 1 )
    • September 2012 ( 3 )
    • August 2012 ( 2 )
    • July 2012 ( 2 )
    • June 2012 ( 2 )
    • May 2012 ( 2 )
    • April 2012 ( 6 )
    • March 2012 ( 3 )
    • February 2012 ( 1 )
    • January 2012 ( 1 )
  • ►  2011 ( 29 )
    • December 2011 ( 1 )
    • November 2011 ( 1 )
    • October 2011 ( 4 )
    • September 2011 ( 4 )
    • August 2011 ( 4 )
    • July 2011 ( 3 )
    • June 2011 ( 2 )
    • May 2011 ( 3 )
    • April 2011 ( 1 )
    • March 2011 ( 3 )
    • February 2011 ( 1 )
    • January 2011 ( 2 )
AR Mutajalli. Powered by Blogger.

About Me

erig
View my complete profile

Blogroll

ASEAN Blogger
My Community :
Copyright 2016 AR Mutajalli - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates