AR Mutajalli

Buktikan Pada Dunia Bahwa Kita Pernah Ada Dengan Karya Dan Tulisan

  • Home
  • About
  • Vlog
  • Hobi
  • Jurnalistik
  • Galeri
Home » Archive for February 2013

Thursday, February 14, 2013

Perbandingan Undang-Undang Tentang Pers

Perbandingan Undang-Undang Tentang Pers
Perbandingan Undang-Undang Tentang Pers
(Nomor 11 Tahun 1966, Nomor 21 Tahun 1982 dan Nomor 40 Tahun 1999)

Materi Perbandingan:

Relasi Pers dan Negara

UU Nomor 11 Tahun 1966 
Lebih terkooptasi oleh Negara (pasal 1 ayat 5) karena setiap organisasi perusahaan pers dan organisasi wartawan harus memiliki persetujuan oleh pemerintah. Dengan kata lain organisasi pers harus bekerja sama dengan pemerintah dan ini membuat organisasi tersebut tidak bisa bergerak bebas alias tidak independen.

UU Nomor 21 Tahun 1982 
Tidak jauh berbeda dengan undang-undang Nomor 11 Tahun 1966 karena masih ada campur tangan pemerintah dalam mengontrol organisasi dan kerja-kerja pers.

UU Nomor 40 Tahun 1999 
Sangat berbeda dengan undang-undang sebelumnya karena pers lebih mendapatkan kebebasan penuh dan tidak terikat lagi oleh pemerintah. 

Relasi Pers dan Masyarakat

UU Nomor 11 Tahun 1966
Pers berfungsi sebagai pendorong daya pikir kritis dan progresif sebagai wujud penghidupan masyarakat Indonesia (pasal 2 ayat 1)

UU Nomor 21 Tahun 1982
Dalam pasal 6 undang-undang ini berfungsi sebagai penyebar informasi dan sebagai penyalur aspirasi rakyat (pasal 6).

UU Nomor 40 Tahun 1999
Diundang-undang ini hak masyarakat lebih diutamakan dengan adanya satu pasal khusus membahas hak istimewa masyarakat memantau, melaporkan dan menyampaikan usulan kepada Dewan Pers jika menemukan hal-hal yang melanggar (pasal 17 ayat 1 dan 2)

Posisi dan Struktur Dewan Pers

UU Nomor 11 Tahun 1966
Dewan pers lebih terlihat seperti kepanjangan tangan pemerintah karena Ketua Dewan Pers dijabat oleh Menteri Penerangan (pasal 7 ayat 1).

UU Nomor 21 Tahun 1982
Ketua Dewan Pers masih dijabat oleh Menteri Penerangan bahkan pemerintah yang dimaksud dalam undang-undang tersebut bertmbah bukan hanya Menteri Penerangan tapi juga Menteri Perdagangan dan Koperasi

UU Nomor 40 Tahun 1999
Tidak ada lagi campur tangan pemerintah dalam kepengurusan Dewan Pers. Ketua Dewan Pers dipilih langsung oleh dan dari anggota Dewan Pers (pasal 15 ayat 3 dan 4)

Pidana Pers

UU Nomor 11 Tahun 1966
Ancaman sanksi pada undang-undang ini berlaku hanya kepada orang atau badan hukum yang berakibat menghilangkan nyawa jurnalis/wartawan. Namun hukumannya tidak terlalu berat hanya penjara paling lama satu tahun (pasal 19)

UU Nomor 21 Tahun 1982
Pada undang-undang ini sanksi lebih kepada perusahaan penerbitan pers yang tidak memiliki SIUPP dan individu yang menggunakan penerbitan pers untuk kepentingan pribadi atau golongan. Sanksinya pun cukup berat (pasal 1 angka 17)

UU Nomor 40 Tahun 1999
Sanksi pada undang-undang ini lebih berat dibanding undang-undang sebelumnya dan ditujukan selain kepada perusahaan pers juga kepada setiap orang yang sengaja menghambat kerja-kerja jurnalis (pasal 18 ayat 1, 2 dan 3)
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
7:03:00 PM

PEDOMAN BAHASA JURNALISTIK

PEDOMAN BAHASA JURNALISTIK
TUGAS III BAHASA JURNALISTIK

NAMA: ALI RAHMAN MUTAJALLI
NIM : 1110 0511 00077
JURUSAN: JURNALISTIK IV/C
MATERI: PEDOMAN BAHASA JURNALISTIK
TANGGAL: KAMIS, 22 MARET 2012

Pedoman Bahasa Jurnalistik PWI

Pada 10 November 1978, PWI mengeluarkan 10 pedoman pemakaian bahasa Indonesia dalam pers. Ke-10 pedoman itu menyangkut ejaan, singkatan, akronim imbuhan, pemakaian kalimat pendek, ungkapan klise, kata mubazir kata asing, istilah teknis dan tiga aspek jurnalistik.

Pertama, wartawan dan editor Indonesia harus menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan.

Kedua, wartawan Indonesia harus membatasi diri dalam penggunaan akronim atau singkatan. Jika pun terpaksa memakai, maka akronim itu lazimnya yang sudah diketahui oleh khalayak dan ditulis dalam tanda kurung.

Ketiga, wartawan hendaknya tidak menghilangkan imbuhan, bentuk awal atau prefiks. Pemenggalan me dapat dilakukan di kepala berita mengingat keterbatasan tempat, tapi jangan merembet ke tubuh berita.

Keempat, wartawan hendaknya menulis dengan kata-kata pendek, logis, teratur dan lengkap. Prinsipnya “satu gagasan/ide dalam satu kalimat”

Kelima, wartawan hendaknya menjauhkan diri dari kalimat klise atau stereotype yang sering dipakai dalam transisi kalimat. Contoh: sementara itu, dapat ditambahkan, perlu diketahui, dalam rangka dsb.

Keenam, wartawan Indonesia hendaknya menghilangkan kata mubazir seperti adalah,(kata kerja kopula), telah (lampau), untuk (terjemahan dati bahasa Inggris to), dari, bahwa dsb.

Tujuh, wartawan Indonesia harus mendisiplinkan pikiran supaya jangan campur aduk dalam menggunakan satu kalimat pasif (di) dengan kalimat aktif (me)

Delapan, wartawan hendaknya menghindari kata-kata asing dan terlalu teknis ilmiah dalam berita. Kalaupun terpaksa harus dijelaskan pengertiannya.

Sembilan, wartawan hendaknya mentaati kaidah tata bahasa Indonesia.

Sepuluh, wartawan hendaknya ingat bahasa jurnalistik ialah bahasa komunikatif dan spesifik sifatnya dan karangan yang baik dinilai dari tiga aspek yaitu isi, bahasa dan teknik persembahan.

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987, dicermatkan pada Rapat Kerja ke-30 Panitia Kerja Sama Kebahasaan di Tugu, tanggal 16-20 Desember 1990 dan diterima pada Sidang ke-30 Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia di Bandar Seri Begawan, tanggal 4-6 Maret 1991.

Pemakaian Huruf

Huruf Abjad
Huruf abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf: A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y, Z.

Huruf Vokal
Huruf vokal yang melgkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf: a, i, u, e, o. misalnya: anak-anak bermain di teras (te ́ras), upacara itu dihadiri pejabat teras pemerintah, kami menonton film seri (se ́ri), pertandingan itu berakhir seri.

Huruf Konsonan
Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf: b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z.

Huruf Diftong
Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai, au, dan oi.

Gabungan Huruf Konsonan
Dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan yaitu kh, ng, ny, dan sy.

Pemenggalan Kata
Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut:
Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan kata itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu. Misalnya: ma-in, sa-at, bu-ah. Huruf diftong ai, au, dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan di antara kedua huruf itu. Misalnya: au-la bukan a-u-la, sau-da-ra bukan sa-u- da-ra, am-boi bukan am-bo-i.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:24:00 AM

Tuesday, February 5, 2013

ANALISIS FRAMING AGRESI MILITER ISRAEL DI JALUR GAZA PADA HARIAN KOMPAS DAN REPUBLIKA

ANALISIS FRAMING AGRESI MILITER ISRAEL DI JALUR GAZA PADA HARIAN KOMPAS DAN REPUBLIKA
Tugas Teori Komunikasi Massa
Nama: Ali Rahman Mutajalli 
Kelas: Jurnalistik IV/C
Nim: 1110 0511 00077
Judul Skripsi: ANALISIS FRAMING AGRESI MILITER ISRAEL DI JALUR GAZA PADA HARIAN KOMPAS DAN REPUBLIKA

ANALISA

Skiripsi ini terdiri dari lima bab, bab pertama pendahuluan. Membahas tentang latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta kajian pustaka dan sistematika penulisan. Bab dua membahas kerangka teori yang meliputi pengertian media massa, ciri-ciri media massa, fungsi media massa, berita media massa, nilai media massa, kategori berita, defenisi dan konsep framing, framing model Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki, dan kerangka pemikiran.

Pada bab tiga membahas tentang profil media cetak, yang terdiri dari profil Harian Kompas, sejarah perusahaan, visi, misi, dan nilai-nilai dasar Harian Kompas. Profil Harian Republika, visi, misi, dan nilai dasar Harian Republika. Bab empat membahas analisis framing agresi militer Israel terhadap Jalur Gaza di Harian Kompas dan Harian Republika. Bab lima merupakan bab penutup yang memuat kesimpulan dan sekaligus untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dalam perumusan masalah, serta menyampaikan saran-saran dan lampiran-lampiran yang terkait dengan penelitian.

Pada pendahuluan penulis menjelaskan tentang latar belakang masalah. Awalnya penulis membawa emosi pembaca agar turut hanyut dalam peristiwa konflik Palestina Israel yang tak kunjung mendapatkan solusi yang tepat. Sejarah terjadinya penyerangan dari Israel ke Palestina. Kemudian di hubungkan bagaimana boomingnya pemberitaan media massa di Indonesia yang membahas tentang bergejolaknya konflik antara Israel dan Palestina.  

Penulis skripsi ini membahas dan membandingkan pemberitaan antara Harian Kompas dan Harian Republika dengan memakai teori analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki. Tapi dalam skiripsi tersebut bukan hanya model Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki yang dijelaskan oleh penulis. Model-model lain juga dibahas dalam skripsi ini seperti model Robert N. Entman, William A. Gamson, Todd Gitlin, David E. Snow and Robert Benford, dan Amy Binder. 

Karena dalam skripsi ini menggunakan analisis framing menurut model Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki otomatis pembahasan tentang model ini lebih banyak dibahas dalam skripsi ini. Penulis skripsi ini menjelaskan tentang struktur-struktur yang digunakan dalam model Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki. Seperti struktur sintaksis, struktur skrip, struktur tematik dan struktur retoris. Struktur-struktur  tersebut dijelaskan satu persatu dalam skripsi ini secara terperinci. 

Inti dari skripsi ini ada di bab empat, yang menganalisis pemberitaan agresi militer Israel di Jalur Gaza di Harian Kompas dan Harian Republika menggunakan analisis framing dengan model Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki. Dalam pembahasanya penulis skripsi membahas berita dari Harian Kompas terlebih dahulu yang berjudul “Israel Dikecam Keras” tertanggal Senin, 29 Desember 2009.

Dalam analisanya, penulis skripsi membahas tiap-tiap paragraf berita secara terperinci, mulai dari paragraf pertama hingga akhir. Berita pertama yang dianalisis yaitu berita dari Harian Kompas. Dalam paragraf pertamanya Harian Kompas membahas kecaman dunia internasional terhadap agresi militer Israel di Jalur Gaza yang tidak mendapat dukungan dari dunia internasional. Kemudian penulis skripsi menggunakan analisis sintaksis dari model Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki. Menurutnya, judul yang ditampilkan Harian Kompas menunjukkan sikap dunia internasional yang prihatin atas serangan Israel dan sikap Israel yang masih terus menyerang Hamas serta kepedulian pemerintah Indonesia yang akan mengirimkan bantuan tunai senilai 1 Juta Dollar AS ke Palestina. 

Kemudian penulis skripsi juga membahas secara lebih rinci tentang pernyataan ke lima narasumber dalam berita tersebut. Yaitu Ban KI-Moon (Sekjen PBB), Navi Pillay (Komisaris PBB untuk HAM), Miguel D'Escoto Brockmann (Presiden Majelis Umum PBB), Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden Republik Indonesia), dan Jusuf Kalla (Wakil Presiden Republik Indonesia). Kelima narasumber ini mengutuk agresi militer Israel di Jalur Gaza serta mendesak kepada pemerintah Israel untuk segera menghentikan segala bentuk penyerangan ke wilayah Jalur Gaza.

Selain itu, Harian Kompas juga menulis pernyataan pembelaan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barack, Perdana Menteri Israel Ehud Olmet dan Menteri Luar Negeri Israel Tzivi Livni. Para petinggi Israel ini mengatakan bahwa Israel melakukan serangan karena tidak tahan dengan serangan mortir dan roket Hamas serta berusaha memulihkan kehidupan normal, tenang dan damai bagi warga Gaza dan Israel yang menderita akibat serangan roket dan mortir Hamas serta meminta kepada dunia internasional agar melihat Hamas sebagai biang keladi. Penulis skripsi memandang bahwa, penulisan berita ini menunjukkan bahwa Harian Kompas ingin melihat kasus ini tidak dilihat sepenggal tapi dilihat apa penyebabnya, yakni Hamas yang selalu menembakkan roket dan mortirnya ke wilayah Israel. 

Kemudian pada paragraf selanjutnya, Harian Kompas juga menulis pendapat dari kelompok Hamas yang kecewa dan marah atas komunitas Internasional yang mereka nilai kurang serius mengakhiri agresi Israel. Hamas akan melakukan serangan balasan dengan serangan bom bunuh diri yang menurut pandangan Harian Kompas dari mata penulis skripsi tidak aman bagi warga sipil yang akan menjadi korban. 

Penulis skirpsi juga tidak lupa mencantumkan setiap paragraf berita Harian Kompas kedalam skripsinya agar pembaca tidak bingung tentang berita mana yang dimaksud. Intinya, dalam pemberitaan Harian Kompas,  penulis skripsi menekankan pada frame Harian Kompas yang menyatakan Hamas adalah penyebab agresi militer Israel di Jalur Gaza dibuktikan oleh penekanan-penekanan aspek retoris. Retorika yang dipakai adalah pemberian label “biang keladi”. Selain itu penulis skripsi juga melihat adanya label otoritas ketokohan. Dengan adanya kutipan-kutipan beberapa tokoh penting dalam berita tersbut. 

Kemudian Frame Harian Republika. Pada Harian Republika, penulis skripsi mengambil berita yang berjudul “Israel Semakin Brutal” dengan tanggal yang sama dengan berita Harian Kompas. Menurut pandangannya, dari segi sintaksis, judul dari Harian Republika tersebut menunjukkan bahwa, Harian Republika secara tegas menolak agresi militer Israel yang brutal dalam menyerang Jalur Gaza serta mengabaikan seruan dunia Internasional. Penolakan itu dapat dilihat dari kata “Brutal” yang mempunyai makna sama dengan “Seporadis”. 

Kemudian penulis skripsi memberikan rincian berita Harian Republika dari struktur tematiknya. Menurutnya, berita tersebut memiliki lima tema besar. Tema pertama: Agresi militer Israel di Jalur Gaza sudah dirancang sejak lama. Tema kedua: Agresi militer Israel di Jalur Gaza semakin membuat warga sipil di Gaza menderita. Tema ketiga: Harian Republika menolak klaim Israel Bahwa serangan udara mereka adalah untuk melumpuhkan kekuatan Hamas. Tema keempat: Harian Republika ingin menunjukkan kepada khalayak bahwa Hamas akan melakukan serangan balasan terhadap Israel. 

KESIMPULAN

Penulis skripsi pada intinya ingin menyampaikan bahwa dalam pemuatan berita, setiap media dalam penyajian beritanya berbeda dengan penyajian media lain sesuai dengan nilai-nilai dasar yang dianut oleh setiap media. Harian Kompas dalam memberitakan tentang agresi militer Israel ke Jalur Gaza cenderung netral dengan mengutip narasumber dari dua belah pihak yang bertikai. Sedangkan Harian Republika lebih mendukung Palestina karena nilai-nilai dasar yang dianut oleh Harian Republika berasaskan Islam. 

Selain itu, penulisan skripsi ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan struktur wacana framing (sintaksis, skrip, tematik, retoris) dalam pemberitaan agresi militer Israel terhadap Jalur Gaza di Harian Kompas dan Harian Republika. Penulis skripsi mengharapkan dapat memberi masukan kepada media massa cetak, agar dalam pemberitaannya dapat lebih memerhatikan aspek-aspek tertentu dari realitas, sehingga pembaca memiliki pemahaman yang mendekati kenyataan. 

KRITIK

Dalam penulisan skripsi ini saya melihat masih ada kesalahan penulisan, baik itu kekurangan satu huruf dalam satu kata maupun kehilangan satu kata dalam satu kalimat. Entah pengujinya yang kurang teliti dalam memperhatikan penulisan skripsi ini atau penulis skripsi yang kurang teliti dalam penyusunan skripsi ini. 

Kemudian pada halaman 58 paragraf terakhir disitu ditulis “Dari struktur tematiknya, pemberitaan Israel semakin brutal mengandung lima tema besar.” kemudian dalam penjelasannya tema besar yang dimaksud hanya ada empat, yang kelimanya tidak ada. 

Dari segi teori komunikasi yang dipakai yaitu model Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki, sudah cukup baik. Hanya dalam penerapannya dalam pembahasan kurang tersusun secara sistematik sehingga pembaca harus memperhatikan lebih jeli lagi dan membacanya berulang kali agar bisa memahami teori komunikasi tersebut secara lebih mendalam.

“Berita bukanlah fakta yang utuh melainkan hasil realitas bentukan media”
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
6:55:00 PM
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)
Find Us :
Click Here!

Entri Populer

  • Langkah Pertama Bisnis Online: Membuat Akun Payoneer
    Alhamdulillah, berkah Ramadan, setelah memabaca e-book premium dari mas Dian  Umbara, saya mantap untuk mengikuti jejaknya. Beliau menjadi ...
  • Bebek Kaleo, Bebek Paling Lembut di Dunia
    Pernah makan bebek nggak? Kalian harus coba masakan bebek yang satu ini, Bebek Kaleo. Saat jalan-jalan ke kota Bandung, tidak lengk...
  • Cari Kuliner Nusantara? di Cipika Aja!
    Beberapa tahun terakhir banyak media yang memberitakan tentang penipuan-penipuan saat berbelanja online. Awalnya ngeri juga dengar berita-...

Blog Archive

  • ►  2017 ( 1 )
    • September 2017 ( 1 )
  • ►  2016 ( 2 )
    • June 2016 ( 2 )
  • ►  2015 ( 18 )
    • September 2015 ( 4 )
    • August 2015 ( 8 )
    • May 2015 ( 1 )
    • April 2015 ( 2 )
    • March 2015 ( 1 )
    • February 2015 ( 1 )
    • January 2015 ( 1 )
  • ►  2014 ( 46 )
    • December 2014 ( 3 )
    • November 2014 ( 5 )
    • October 2014 ( 1 )
    • September 2014 ( 7 )
    • August 2014 ( 4 )
    • July 2014 ( 5 )
    • June 2014 ( 11 )
    • May 2014 ( 6 )
    • April 2014 ( 1 )
    • March 2014 ( 1 )
    • February 2014 ( 1 )
    • January 2014 ( 1 )
  • ▼  2013 ( 22 )
    • December 2013 ( 1 )
    • November 2013 ( 1 )
    • October 2013 ( 2 )
    • September 2013 ( 3 )
    • August 2013 ( 2 )
    • July 2013 ( 2 )
    • June 2013 ( 1 )
    • May 2013 ( 2 )
    • April 2013 ( 2 )
    • March 2013 ( 2 )
    • February 2013 ( 3 )
    • January 2013 ( 1 )
  • ►  2012 ( 26 )
    • December 2012 ( 2 )
    • November 2012 ( 1 )
    • October 2012 ( 1 )
    • September 2012 ( 3 )
    • August 2012 ( 2 )
    • July 2012 ( 2 )
    • June 2012 ( 2 )
    • May 2012 ( 2 )
    • April 2012 ( 6 )
    • March 2012 ( 3 )
    • February 2012 ( 1 )
    • January 2012 ( 1 )
  • ►  2011 ( 29 )
    • December 2011 ( 1 )
    • November 2011 ( 1 )
    • October 2011 ( 4 )
    • September 2011 ( 4 )
    • August 2011 ( 4 )
    • July 2011 ( 3 )
    • June 2011 ( 2 )
    • May 2011 ( 3 )
    • April 2011 ( 1 )
    • March 2011 ( 3 )
    • February 2011 ( 1 )
    • January 2011 ( 2 )
AR Mutajalli. Powered by Blogger.

About Me

erig
View my complete profile

Blogroll

ASEAN Blogger
My Community :
Copyright 2016 AR Mutajalli - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates