AR Mutajalli

Buktikan Pada Dunia Bahwa Kita Pernah Ada Dengan Karya Dan Tulisan

  • Home
  • About
  • Vlog
  • Hobi
  • Jurnalistik
  • Galeri
Home » Archive for October 2011

Tuesday, October 25, 2011

Kemahaan-Mu


Saya baru dari Makassar menghadiri pernikahan kakak pertama saya. Terharu juga melihat pernikahannya, karena saya pikir saya kehilangan saudara tertua yang biasanya sering memberikan masukan-masukan. saya jadi canggung kepadanya karena terasa ada jarak dengannya sekarang dia sudah jadi milik orang lain. tapi saya tetap berusaha bersikap seperti biasa tapi kayaknya susah. saya lebiih menghormatinya, karena ada semacam wibawa yang dia pasang di depan istrinya walaupun sebenarnya saya kenal baik juga dengan istrinya. tapi tdk tau kenapa saya sudah tidak bisa bercanda lagi seperti biasa.
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
3:08:00 AM

Sifat/Tabiat Manusia

Sifat/Tabiat Manusia

Pada Umumnya sifat manusia terbagi tiga

Introverse

Introverse merupakan sifat atau tabiat manusia yang perhatiannya mengutamakan kepentingan sendiri dari pada orang banyak. orang memiliki sifat ini cenderung egois, penyendiri, kurang bergaul akibatnya kekurangan teman. itupun jika ingin berteman pilih-pilih orang.
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:56:00 AM

Analisis Berita Reshuffle KIB II Dari Berbagai Koran Harian

Analisis Berita Reshuffle KIB II Dari Berbagai Koran Harian
Fenomena reshuffle yang ditakutkan oleh para menteri akhirnya terlaksana juga pada tanggal 18 Oktober 2011 beberapa waktu lalu. Diumumkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Wakil Presiden Boediono di istana negara. Dalam proses reshuffle kali ini, terdapat 7 menteri baru, 4 menteri yang digeser, 11 wakil menteri baru, dan 2 wakil menteri yang digeser. Para menteri dan wakil menteri ini diharapkan bisa membantu memperbaiki citra Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dalam tiga tahun terakhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Wakil Presiden Budiono.

KOMPAS

Di berbagai surat kabar, pemberitaan tentang reshuffle disajikan dari sudut  pandang yang berbeda-beda. Seperti koran harian Kompas menyoroti tentang menteri baru yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Di halaman pertama harian Kompas menjelaskan tentang pendapat berbagai pengamat. Salah satunya pengamat ekonomi Ahmad Erani Yustika. Dia mengatakan, figur tim kerja ekonomi yang baru dipilih itu memiliki persoalan dengan kompetensi karena tidak memiliki latar belakang dan tidak memiliki sentuhan langsung dibidang tersebut. 

Dalam berita itu salah satunya menyoroti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Harian Kompas mengambil narasumber dari pengamat energi, Pri Agung Rahmanto. Menurutnya, Jero Wacik bukan orang dengan latar belakang ataupun rekam jejak di bidang energi atau sumber daya mineral, penunjukan menteri ESDM lebih mempertimbangkan kepentingan politik.
Selain Pri Agung Rahmanto, harian Kompas juga mewawancarai Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J Rachbini. Menurutnya, persoalan energi alternatif dan subsidi yang membengkak di APBD tidak akan selesai karena Jero Wacik tidak memiliki pengalaman dan memang bukan itu bidangnya. 

Namun di paragraf lain, Jero Wacik merasa yakin dengan kemampuannya karena pertambangan adalah bidang yang pernah digelutinya di bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung dulu. Ia akan berusaha maksimal memperbaiki energi dan sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia dan berjanji akan membenahi kontrak karya pertambangan yang selama ini dinilai merugikan Indonesia.  

SEPUTAR INDONESIA

Kemudian koran harian Seputar Indonesia, pada halaman pertama menyoroti tentang berkurangnya jatah satu kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan terdepaknya Fadel Muhammad. PKS yang sebelumnya memiliki jatah empat kursi di kementerian kini tinggal tiga kursi. Menteri asal PKS yang terganti yaitu Suharna Surapranata yang kemudian digantikan oleh Gusti Muhammad Hatta yang sebelumnya menjabat sebagai menteri lingkungan hidup.   

Pada pemberitaan koran harian Seputar Indonesia ini menggambarkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mengganti menteri dari kalangan partai politik dengan menteri dari kalangan profesional, juga sikap PKS menyikapi pengurangan jatah menterinya dan kedatangan Fadel Muhammad ke istana presiden sebelum reshuffle dan dicegat oleh anggota Paspampres.

Alasan Presiden SBY mengganti menteri dari kalangan partai politik adalah untuk mewadahi kaum profesional yang tidak berasal dari partai politik. Menurutnya kaum profesional itu diperlukan untuk efektivitas KIB II tiga tahun ke depan. Kemudian Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi menambahkan bahwa pengurangan menteri dari kalangan partai politik merupakan prerogatif Presiden. Karena dalam kesepahaman koalisi sudah tercantum, Presiden memiliki prerogatif untuk mengganti menteri-menterinya. 

Adapun sikap PKS mengenai pengurangan jatah menterinya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, sikap partainya atas pengurangan jatah menterinya akan dikeluarkan pada Majelis Syuro PKS. Pihak PKS juga menyayangkan ada perubahan kontrak koalisi yang tidak dibicarakan oleh Presiden SBY dengan Majelis Syuro PKS. Padahal dalam catatan sebelumnya kontrak politik ini dibicarakan langsung antara SBY dan PKS yang diwakili Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin. 

Mengenai Fadel Muhammad yang terdepak dari kantor Presiden bermula sejak kedatangannya ke istana negara sekitar pukul 16.45 WIB. Sebelum masuk kantor Presiden, dia dicegat oleh seorang anggota Paspampres dan oleh ajudan Sudi Silalahi. Saat dilarang Fadel kemudian berusaha menelpon Sudi Silalahi yang saat itu sedang mendampingi Presiden menerima Baltazar Kambuaya yang akan menjadi menteri lingkungan hidup. Selama 10 menit berupaya menelepon Sudi Silalahi akhirnya Fadel bisa masuk kantor Presiden. 

Namun waktu itu tidak ada jadwal pertemuan Presiden dengan Fadel. Setelah hampir 20 menit di kantor presiden akhirnya dia keluar dengan tergesa-gesa. Fadel sempat mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya mempunyai program kelautan ke depan yang akan disampaikan ke Presiden.

REPUBLIKA

Pada halaman pertama, koran harian Republika memuat berita dengan judul Reshuffle Tersandera. Maksudnya adalah, karena dalam perombakan KIB II Presiden SBY tetap memasang menteri berdasarkan perwakilan dari partai politik. Berita itu menggambarkan kekecewaan Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti melihat menteri yang berasal dari partai. Seperti Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Menteri Agama Suryadharma Ali yang masih menjabat. 

Menurut Poengky, Mari Elka Pangestu yang sebelumnya menjabat Menteri Perdagangan tidak cocok menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Begitupun Rektor Universitas Cenderawasih Baltazar Kambuaya tidak pantas menjadi Menteri Lingkungan Hidup yang sebelumnya dijabat Gusti Muhammad Hatta yang bergeser menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Kambuaya merupakan ekonom, bukan ahli lingkungan hidup Presiden memaksakan diri mengutak-atik kabinet, Kata Poengky.

Dalam berita ini juga membahas tentang sikap PKS terhadap pencopotan menterinya. Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq menganggap Presiden telah membatalkan kontrak politiknya dengan PKS. Selain itu, berita ini juga membahas kalau bukan cuma PKS yang kehilangan satu kadernya di kabinet, Partai Demokrat juga kehilangan satu kadernya di kabinet. 

TEMPO

Berbeda dengan koran harian lain, Koran Tempo langsung membahas dan menegaskan tentang penilaian PKS yang menganggap bahwa Presiden SBY telah melanggar kontrak koalisi dalam melakukan perombakan kabinet. Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq menjelaskan, kontrak koalisi antara partainya dan Presiden SBY meliputi tiga bagian dan salah satunya adalah PKS dipercaya mendapat empat menteri di kabinet. 

Koran Tempo juga membahas tentang pengurangan jatah kursi dari PKS dan Partai Demokrat. PKS berkurang satu kursi di kementerian begitupun Partai Demokrat. Dari PKS yakni, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata digantikan oleh Gusti Muhammad Hatta, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Dari Partai Demokrat yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh digantikan oleh Jero Wacik, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pariwisata.

Berdasarkan pengamatan penulis dari berbagai koran harian diatas mengenai pemberitaan reshuffle KIB II, maka disimpulkan bahwa walaupun sudut pandangnya berbeda tetapi intinya tetap sama. Terdapat beberapa perbedaan dan persamaan sudut pandang. Diantaranya, dalam setiap koran pasti menyinggung tentang PKS yang keberatan karena berkurangnya jatah kursi menterinya di kabinet. Yang dalam perjanjian koalisi antara PKS dengan Presiden SBY menetapkan tentang jumlah jatah menteri yang didapat oleh PKS. Dalam setiap koran juga pasti mengutip kata-kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, “Demokrat rela kekurangan satu. Yang lain layaklah dikurangi juga, yaitu PKS.” 

Selain itu terdapat juga kesalahan pemberitaan dari Koran Tempo dan Seputar Indonesia. Masing-masing tentang jatah kementerian yang dikurangi dari Partai Demokrat. Koran Tempo menjelaskan bahwa kementerian yang ditinggalkan oleh Partai Demokrat adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi E.E. Mangindaan. Padahal sebenarnya E.E. Mangindaan Cuma bergeser menjadi Menteri Perhubungan. Sedangkan Seputar Indonesia menjelaskan bahwa kementerian yang ditinggalkan oleh Partai Demokrat adalah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jero Wacik. Yang sebenarnya Jero Wacik juga Cuma bergeser menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 

Adapun yang benar mengenai kementerian yang dikurangi dari kader Partai Demokrat yakni Darwin Zahedy Saleh dari Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral dan Freddy Numberi dari Kementerian Perhubungan. Dua kader Partai Demokrat ini benar-benar lepas dari jabatannya sebagai menteri, tidak bergeser seperti yang tertulis di Koran Tempo dan Harian Seputar Indonesia.  

Ket: Masing-masing koran tertanggal 19 Oktober 2011

OLEH :
ALI RAHMAN MUTAJALLI / 1110 0511 00077
JURNALISTIK III/C
MATA KULIAH ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2011 M / 1432 H

0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
1:53:00 AM

Thursday, October 6, 2011

RESENSI: PANDANGAN DUNIA TAUHID

RESENSI: PANDANGAN DUNIA TAUHID
IDENTITAS BUKU

Judul: PANDANGAN-DUNIA TAUHID
Karya: Murtadha Muthahhari
Diterjemahkan dari Fundamentals of Islamic
Thought: God, Man and the Universe, Bab
“The World View of Tauhid”, Karya
Murtadha Muthahhari, Mizan Press, 1985
Penerjemah: Agus Effendi
Penyunting: Ilyas Hasan
Hak terjemahan dilindungi undang-undang
All rights reserved
Cetakan I, Muharram 1410/Agustus 1983
Cetakan II, Dzulqa’dah 1413/Mei 1993
Cetakan III, Rabi’ Al-Tsani 1415/September 1994
Diterbitkan oleh Yayasan Muthahhari, Bandung
Desain Sampul: Art Ghaida

Resensi:

Setiap jalan dan filsafat hidup di dasarkan pada pandangan tentang maujud atau keterangan dan analisis tentang alam. Dasar ini diistilahkan dengan “pandangan-dunia” (worldview). Semua agama, adat-istiadat, aliran pemikiran, dan filsafat sosial, bersandar pada pandanga-dunia. Tujuan, metode, kewajiban dan larangan suatu aliran pemikiran semuanya niscaya merupakan hasil dari pandangan-dunia aliran pemikiran tersebut. Para filosofmembagi pemikiran menjadi dua: kebijakan teoritis dan kebijakan praktis. Kebijakan teoritis ialah pemahaman tentang alam sebagaimana adanya, sedangkan kebijiakan praktis adalah pemahaman tentang perilaku kehidupan sebagaimana mestinya. Dan yang semestinya ini diturunkan secara logis dari yang sebagaimana adanya.

Buku ini akan membahas bagaimana pandangan tauhid terhadap dunia. Bagian awal dari buku ini membahas tentang perbandingan pandangan-dunia terhadap tauhid. Mulai dari pandangan-dunia ilmiah, pandangan-dunia filosofil, dan pandangan dunia agamawi. Selain itu buku ini juga merinci tentang kriteria pandangan dunia, pandangan-dunia tauhid, dan pandangan-dunia islam.

Pandangan-Dunia Tauhid

Arti pandangan-dunia tauhid ialah pemahaman bahwa alam dapat maujud melalui suatu kehendak bijak, dan bahwa tatanan kemaujudan berdiri diatas dasar kebaikan dan rahmat, agar maujud-maujud dapat mencapaikesempurnaan mereka. Arti pamdangan –dunia tauhid ialah bahwa alam berkutub satu dan berpusat satu, dan bahwa alam padahakikatnya dari (milik) Allah dan kembali kepada-Nya. (QS 2 : 156)

Alam semesta, menurut pandangan-dunia ini, bergerak dalam suatu sistem harmonis yang menuju ke satu arah, yaitu ke satu pusat. Tidak ada satu makhlik pun yang diciptakan dengan sia-sia dan anpa tujuan. Alam semesta diatur dengan serangkaian aturan yang pasti yang dinamakn norma-norma ilahi. Di antara maujud-maujud, hanya manusialah yang memiliki kemuliaan khusus dan bertanggung jawab atas evolusi dirinya serta kesejahteraan masyarakatnya. Alam merupakan sekolah manusia, dan Allah memberikan pahala kepada setiap manusia sesuai kesungguhan niat dan upayanya. 

Pandangan-dunia tauhid didukung oleh kekuatan logika, ilmu dan nalar. Di dalam setiap partikel alam terdapat tanda adanya satu pencipta yang Bijaksana dan Mahatahu. Dan setiap lembar daun merupakan suatu ringkasan pengetahuan tentang-Nya. Pandangan-dunia tauhid memberikan ruh, tujuan, dan makna kepada kehidupan, karena ia menempatkan manusia di jalan kesempurnaan yang tidak ada batasnya.

Pandangan-dunia tauhid memiliki daya tarik. Ia dapat memberikan kekuatan dan kebahagiaan di dalam jiwa. Ia memberikan tujuan-tujuan luhur dan suci, dan membuat orang rela berkorban. Pandangan-dunia tauhid adalah satu-satunya pandangan-dunia yang di dalamnya komitmen dan tanggung jawab individu terhadap yang lainnya menemukan makna. Begitu juga, ia merupakan satu-satunya pandangan-dunia yangmampu menyelamatkan manusia dari keterperosokan ke dalam lembah kesia-siaan.

Buku ini menjelaskan bagaimana pandangan dunia terhadap tauhid, sangat cocok dijadikan referensi untuk mempelajari ilmu tauhid. Selain itu juga menjelaskan tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan ketauhidan. Seperti membahas tentang tingkat-tingkat tauhid, tingkat-tingkat syirik, batas antara tauhid dan syirik, dan masalah kejujuran dan keikhlasan. 

Buku ini juga menjelaskan secara rinci beberapa poin-poin penting dari setiap bab yang dibahas dengan baik. Namun, juga ada sebagian poin yang tidak dijelaskan secara menyeluruh dan mendalam. Tapi buku ini memberikan rujukan buku apabila ingin mempelajari lebih lanjut tentang poin-poin tersebut, karena mengingat jenis buku ini tergolong dalam buku saku yang tidak terlalu tebal jadi membahas yang penting-penting saja. 

Pandangan-Dunia Realistis

Pada bagian kedua buku ini, membahas tentang pandangan-dunia realistis. Islam adalah agama yang mempercayai kebenaran dan realitas. Kata isalam berarti berserah diri (taslim) syarat pertama menjadi manusia Muslim adalah berserah diri pada realitas dan kebenaran. Islam menolak segala bentuk kekerashatian, kekeraskepalaan, fanatisme, taklid buta, semangat kekelompokan, dan egoisme, karena semua itu bertentangan dengan ruh berserah diri kepada kebenaran dan realitas.

Islam memandang bahwa orang yang mencari kebenaran, yang tidak memiliki pertimbangan-pertimbangan pribadi, dan yang berjuang meraih kebenaran tetapi tidak berhasil, bisa dimaafkan. Sedangkan orang yang keras hati dan keras kepala danmenerima kebanaran dengan cara taklid, atau karena keturunan dan sebagainya, tidak demikian. Muslim hakiki, pria atau wanita, senantiasa merindukan kebenaran. Karena itu dia akan selalu pula mengambil dan mengintegrasikan kebijakan dan kebenaran di mana saja dan dari siapa saja datangnya. Dalam mencari kebenaran dan ilmu, dia tidak menunjukkan sedikitpunfanatisme, dan dia akan menjelajahi kesetiap penjuru dunia untuk mendapatkan kebenaran dan ilmu tersebut.

Muslim hakiki akan mencari kebenaran sepanjang hidupnya, ke setiap tempat dan kepada setiap orang, kaena dia yakin bahwapemimpin agung Islam (Rasulullah SAW) telah mewajibkan semua muslim untuk mencari ilmu. Beliau juga bersabda, “ambillah kebijakan itu sekalipun dari seorang musyrik,” dan “Kebijakan adalah milik mukmin yang hilang.” Beliau juga bersabda, “Carilah ilmu walaupun di negeri Cina,” dan “Carilah ilmu sejak buaian hingga liang lahad.”

Islam mengutuk taklid buta yang dangkal, yaitu pandangan sepihak atas berbagai masalah, taklid kepada orang tua dan kepada tradisi warisan, karena semua itu bertentangan dengan ruh berserah diri kepada kebenaran dan bertentangan dengan kehendak Islam agar kebenaran jaya, dan karena semua itu membuat orang berbuat salah, menyimpang dan jauh dari kebenaran. 

Tingkat-Tingkat Tauhid

Selanjutnya pada bab ini yaitu tingkat-tingkat tauhid membahas tentang tingkatan-tingkatan tauhid. Mulai dari tauhid zati, tauhid sifati, tauhid amali, tauhid dalam ibadah, dan tauhid praktis. Selain itu, pada bab ini juga membahas tentang hubungan manusia dengan tauhid, dan teori-teori yang berhubungan dengan tauhid. Seperti teori materialistis, teori idealistis dan teori realistis.

Tauhid zati adalah mengetahui zat Allah dalam keesaan dan ketunggalan-Nya. Setiap muwahhid mengetahui bahwa Dia itu Mahakaya, yakni segala sesuatu membutuhkan Dia dan menerima pertolongan-Nya, sedangkan Dia tidak membutuhkan segala sesuatu pun: wahai manusia, kalianlah yang membutuhkan Allah, dan Allah, Dialah yang Mahakaya lagi Maha Terpuji” (QS 35: 15). Dalam bahsa filosof, Dia adalah wujud yang mesti ada.

Tauhid sifati adalah memahami bahwa Zat-Nya adalah sifat-sifat-Nyaitu sendiri, bahwa sifat-sifat-Nya satu sama lain sama. Tauhid Zati menafikan keberadaan sekutu dan penyerupa, sedangkan tauhid sifati berarti menafikan keberadaan segala bentuk pluralitas dan kemajemukan pada Zat itu sendiri. Meski Zat Allah dilukiskan dengan sifat-sifat sempurna, yaitu indah dan agung, namun ia  tidak memiliki berbagai aspek obyektif. Membedakan Zat dengan sifat atau sesama sifat berarti membatasi wujud. Bagi suatu wujud tak terbatas, yang tidak bisa dibayangkan adanya wujud lain dari wujud itu, tak bisa pula dibayangkan adanya pluralitas, kemajemukan, atau perbedaan antara zat dan sifat.

Tauhid amali adalahmemahami bahwa alam, dengan seluruh sistem, norma, dan sebab-akibatnya, merupakan perbuatan dan karya-Nya, serta timbul dari kehendak-Nya. Karena maujud-maujud di alam ini pada hakikatnya tidak mandiri, yaitu semuanya bergantung pada-Nya. Maka maujud-maujud ini tidak mandiri baik dalam akibat maupun sebab. Dengan begitu, karena Allah tidak bersekutu dengan Zat, maka Dia juga tidak bersekutu dalam perantaraan (agensi). Setiap agen dan sebab mendapatkan realitas, kemaujudan, pengaruh dan agensi dari-Nya. Setiap agen diwujudkan oleh Allah SWT. ”Allah-lah yang berkehendak, tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah.”

Tiga tingkatan tauhid di atas merupakan tauhid teoritis dan termasuk pengetahuan, sedang tauhid dalam ibadah adalah tauhid praktis dan termasuk dalam mengada dan menjadi. Tiga tingkat pertama tauhid di atas mencerminkan pemikiran yang benar, tahap ini merupakan mengada dan menjadi benar. Tauhid teoritis adalah pengertian tentang kesempurnaan, sedangkan tauhid praktis merupakan gerakan kearah kesempurnaan. Tauhid teoritis berarti memahami keesaan Allah, sedangkan tauhid praktis berarti membawa manusia ke dalam kesatuan. Tauhid teoritis adalah “melihat”, sedangkan tauhid praktis, “bergerak”.Tauhid praktis, atau tauhid dalam beribadah berarti beribadah kepada Allah. Dalam islam ibadah itu bertingkat-tingkat. 

Tingkat ibadah paling jelas adalah melakukan ritus pemuliaan dan pengukuhan transendensi sedemikian, sehingga sekiranya keduanya bukan dilakukan bagi Allah, berarti benar-benar keluar dari lingkungan umat tauhid, yang sekaligus dari pangkuan islam. Akan tetapi dalam pandangan islam, ibadah tidak terbatas pada tingkat ini saja. Setiap pemilihan orientasi, sebuah ideal, dan kiblat spritual, adalah ibadah. “Apakah engkau lihat orang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?” (QS 25: 43).

Tingkat-Tingkat Syirik

Sebagaimana tauhid bertingkat-tingkat, begitupun dengan syirik. Dengan memperbandingkan tingkat-tingkat tauhid dan tingkat-tingkat syirik, kita dapat dengan lebih baik mengetahui tauhid dan syirik. Menurut kaidah, “kita dapat mengetahui sesuatu melalui kebalikannya.” Di samping terdapat tauhid yang diserukan oleh para nabi sejak fajar sejarah, terdapat pula bentuk-bentuk syirik. 

Dalam bab ini di bahas poin-poin tentang jenis-jenis syirik, mulai dari syirik zati, syirik dalam kepenciptaan, syirik dalam sifat, dan syirik dalam ibadah.Syirik zati, sebagian umat meyakini dua, tiga, atau lebih prinsip azaliah yang abadi dan mandiri (dualisme, trinitarianisme, dan politeisma). Mereka meyakini bahwa alam memiliki lebih daripada satu basis, kutub atau fokus. Syirik dalam kepenciptaan, sebagian orang memandang Allah sebagai Zat yang tidaka ada sesuatu pun menyerupainya, dan menganggap sebagai satu-satunya prinsip alam, tetapi memandang makhluk-makhluk tertentu sebagai sekutu bagi Allah dalam kepenciptaan.

Bagian terakhir buku ini membahas tentang masalah kejujuran dan keikhlasan.Dalam bab terakhir ini terdapat beberapa poin lagi. Diantaranya tentang kesatuan alam, alam ghaib dan alam nyata, dunia dan akhirat, kearifan Maha luas dan keadilan Allah, kemandirian dan kesempurnaan, dan yang terakhir adalah prinsip keadilan dalam kultur Islam. Bab terakhir ini menggambarkan hubungan semua poin-poin tersebut diatas dalam hubungannya dengan tauhid. 

OLEH: ALI RAHMAN MUTAJALLI
JURNALIS II/C
NIM: 1110 0511 00077

KONSENTRASI JURNALISTIK
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2011 M / 1432 H
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
12:03:00 AM
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)
Find Us :
Click Here!

Entri Populer

  • Langkah Pertama Bisnis Online: Membuat Akun Payoneer
    Alhamdulillah, berkah Ramadan, setelah memabaca e-book premium dari mas Dian  Umbara, saya mantap untuk mengikuti jejaknya. Beliau menjadi ...
  • Bebek Kaleo, Bebek Paling Lembut di Dunia
    Pernah makan bebek nggak? Kalian harus coba masakan bebek yang satu ini, Bebek Kaleo. Saat jalan-jalan ke kota Bandung, tidak lengk...
  • Cari Kuliner Nusantara? di Cipika Aja!
    Beberapa tahun terakhir banyak media yang memberitakan tentang penipuan-penipuan saat berbelanja online. Awalnya ngeri juga dengar berita-...

Blog Archive

  • ►  2017 ( 1 )
    • September 2017 ( 1 )
  • ►  2016 ( 2 )
    • June 2016 ( 2 )
  • ►  2015 ( 18 )
    • September 2015 ( 4 )
    • August 2015 ( 8 )
    • May 2015 ( 1 )
    • April 2015 ( 2 )
    • March 2015 ( 1 )
    • February 2015 ( 1 )
    • January 2015 ( 1 )
  • ►  2014 ( 46 )
    • December 2014 ( 3 )
    • November 2014 ( 5 )
    • October 2014 ( 1 )
    • September 2014 ( 7 )
    • August 2014 ( 4 )
    • July 2014 ( 5 )
    • June 2014 ( 11 )
    • May 2014 ( 6 )
    • April 2014 ( 1 )
    • March 2014 ( 1 )
    • February 2014 ( 1 )
    • January 2014 ( 1 )
  • ►  2013 ( 22 )
    • December 2013 ( 1 )
    • November 2013 ( 1 )
    • October 2013 ( 2 )
    • September 2013 ( 3 )
    • August 2013 ( 2 )
    • July 2013 ( 2 )
    • June 2013 ( 1 )
    • May 2013 ( 2 )
    • April 2013 ( 2 )
    • March 2013 ( 2 )
    • February 2013 ( 3 )
    • January 2013 ( 1 )
  • ►  2012 ( 26 )
    • December 2012 ( 2 )
    • November 2012 ( 1 )
    • October 2012 ( 1 )
    • September 2012 ( 3 )
    • August 2012 ( 2 )
    • July 2012 ( 2 )
    • June 2012 ( 2 )
    • May 2012 ( 2 )
    • April 2012 ( 6 )
    • March 2012 ( 3 )
    • February 2012 ( 1 )
    • January 2012 ( 1 )
  • ▼  2011 ( 29 )
    • December 2011 ( 1 )
    • November 2011 ( 1 )
    • October 2011 ( 4 )
    • September 2011 ( 4 )
    • August 2011 ( 4 )
    • July 2011 ( 3 )
    • June 2011 ( 2 )
    • May 2011 ( 3 )
    • April 2011 ( 1 )
    • March 2011 ( 3 )
    • February 2011 ( 1 )
    • January 2011 ( 2 )
AR Mutajalli. Powered by Blogger.

About Me

erig
View my complete profile

Blogroll

ASEAN Blogger
My Community :
Copyright 2016 AR Mutajalli - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates