AR Mutajalli

Buktikan Pada Dunia Bahwa Kita Pernah Ada Dengan Karya Dan Tulisan

  • Home
  • About
  • Vlog
  • Hobi
  • Jurnalistik
  • Galeri
Home » Archive for 2011

Thursday, December 1, 2011

Makalah: Masyarakat, Kebudayaan, dan Agama

Makalah: Masyarakat, Kebudayaan, dan Agama
PENDAHULUAN

Sebagai makhluk biologi dan sosial, demi mempertahankan kehidupannya, masyarakat amat bergantung dengan lingkungan fisik dan sosialnya. Tindakannya ditentukan oleh apa yang dipikirkan, oleh nilai-nilai dan sistem kepercayaannya. Hal ini diaktualisasikan dan diperkuat oleh pendidikan, melalui ragam aspek budaya, dan oleh instrumen aktivitas ritual. 

PENGERTIAN

Masyarakat

Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan. Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut. Menurut KBBI masyarakat adalah sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yg mereka anggap sama. 

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana dimana dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas.

Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Menurut kamus besar bahasa Indonesia kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia spt kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat; Antara keseluruhan pengetahuan manusia sbg makhluk sosial yg digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yg menjadi pedoman tingkah lakunya.

Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Agama

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kata "agama" berasal dari bahasa Sanskerta, agama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar padakata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepadaTuhan.

Emile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.

Aspek Hubungan Masyarakat, Kebudayaan dan Agama

Kosmologi 
Kosmologi ialah serangkaian keyakinan dan pandangan universal yang tersistematis mengenai manusia dan alam semesta, atau secara umum mengenai ‘ke-ada-an' (wujud). 

Gender 
Gender adalah aspek hubungan sosial yang dikaitkan dengan diferensiasi seksual pada manusia dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat. 

Totemisme 
Totemisme adalah kepercayaan bahwa ada hubungan mistik manusia dengan tumbuh-tumbuhan atau binatang atau dengan suatu gejala alam tertentu. 

Agama dalam semua bentuknya di semua kultur dunia memiliki pandangan tentang eksistensi fisik manusia, yaitu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Agama membicarakan bagaimana manusia dikonsepsikan, dilahirkan, diberi makan, membersihkan diri, berbusana, dan dikuburkan. 


DAFTAR PUSTAKA

Agus Bustanuddin. Agama Dalam Kehidupan Manusia: Pengantar Antropologi Agama. Rajawali Pers. Jakarta, 2006.
Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat. Komunikasi Antarbudaya:Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Remaja Rosdakarya. Bandung, 2006. 
MH, Amin Jaiz, Pokok-pokok Ajaran Islam, Korpri Unit PT. Asuransi Jasa Indonesia Jakarta, 1980
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
1:31:00 AM

Monday, November 28, 2011

Lead Dalam Bahasa Jurnalistik

Lead Dalam Bahasa Jurnalistik

JENIS-JENIS LEAD BERITA
1. Lead Ringkasan
Lead ini hampir sama saja dengan berita biasa, yang ditulis adalah inti ceritanya. Banyak penulis feature menulis lead gaya ini karena gampang.
Misal: Walaupun dengan tangan buntung, Pak Saleh sama sekali tak merasa rendah diri bekerja sebagai tukang parkir di depan kampus itu. Dan seterusnya.
Pembaca sudah bisa menebak, yang mau ditulis adalah tukang parkir bernama Pak Saleh yang cacat. Yang berminat bisa meneruskan membaca, yang tak berminat apalagi sebelumnya tak ada berita tentang Pak Saleh itu bisa melewatkan begitu saja.
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
3:12:00 AM

Tuesday, October 25, 2011

Kemahaan-Mu


Saya baru dari Makassar menghadiri pernikahan kakak pertama saya. Terharu juga melihat pernikahannya, karena saya pikir saya kehilangan saudara tertua yang biasanya sering memberikan masukan-masukan. saya jadi canggung kepadanya karena terasa ada jarak dengannya sekarang dia sudah jadi milik orang lain. tapi saya tetap berusaha bersikap seperti biasa tapi kayaknya susah. saya lebiih menghormatinya, karena ada semacam wibawa yang dia pasang di depan istrinya walaupun sebenarnya saya kenal baik juga dengan istrinya. tapi tdk tau kenapa saya sudah tidak bisa bercanda lagi seperti biasa.
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
3:08:00 AM

Sifat/Tabiat Manusia

Sifat/Tabiat Manusia

Pada Umumnya sifat manusia terbagi tiga

Introverse

Introverse merupakan sifat atau tabiat manusia yang perhatiannya mengutamakan kepentingan sendiri dari pada orang banyak. orang memiliki sifat ini cenderung egois, penyendiri, kurang bergaul akibatnya kekurangan teman. itupun jika ingin berteman pilih-pilih orang.
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:56:00 AM

Analisis Berita Reshuffle KIB II Dari Berbagai Koran Harian

Analisis Berita Reshuffle KIB II Dari Berbagai Koran Harian
Fenomena reshuffle yang ditakutkan oleh para menteri akhirnya terlaksana juga pada tanggal 18 Oktober 2011 beberapa waktu lalu. Diumumkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Wakil Presiden Boediono di istana negara. Dalam proses reshuffle kali ini, terdapat 7 menteri baru, 4 menteri yang digeser, 11 wakil menteri baru, dan 2 wakil menteri yang digeser. Para menteri dan wakil menteri ini diharapkan bisa membantu memperbaiki citra Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dalam tiga tahun terakhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Wakil Presiden Budiono.

KOMPAS

Di berbagai surat kabar, pemberitaan tentang reshuffle disajikan dari sudut  pandang yang berbeda-beda. Seperti koran harian Kompas menyoroti tentang menteri baru yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Di halaman pertama harian Kompas menjelaskan tentang pendapat berbagai pengamat. Salah satunya pengamat ekonomi Ahmad Erani Yustika. Dia mengatakan, figur tim kerja ekonomi yang baru dipilih itu memiliki persoalan dengan kompetensi karena tidak memiliki latar belakang dan tidak memiliki sentuhan langsung dibidang tersebut. 

Dalam berita itu salah satunya menyoroti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Harian Kompas mengambil narasumber dari pengamat energi, Pri Agung Rahmanto. Menurutnya, Jero Wacik bukan orang dengan latar belakang ataupun rekam jejak di bidang energi atau sumber daya mineral, penunjukan menteri ESDM lebih mempertimbangkan kepentingan politik.
Selain Pri Agung Rahmanto, harian Kompas juga mewawancarai Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J Rachbini. Menurutnya, persoalan energi alternatif dan subsidi yang membengkak di APBD tidak akan selesai karena Jero Wacik tidak memiliki pengalaman dan memang bukan itu bidangnya. 

Namun di paragraf lain, Jero Wacik merasa yakin dengan kemampuannya karena pertambangan adalah bidang yang pernah digelutinya di bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung dulu. Ia akan berusaha maksimal memperbaiki energi dan sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia dan berjanji akan membenahi kontrak karya pertambangan yang selama ini dinilai merugikan Indonesia.  

SEPUTAR INDONESIA

Kemudian koran harian Seputar Indonesia, pada halaman pertama menyoroti tentang berkurangnya jatah satu kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan terdepaknya Fadel Muhammad. PKS yang sebelumnya memiliki jatah empat kursi di kementerian kini tinggal tiga kursi. Menteri asal PKS yang terganti yaitu Suharna Surapranata yang kemudian digantikan oleh Gusti Muhammad Hatta yang sebelumnya menjabat sebagai menteri lingkungan hidup.   

Pada pemberitaan koran harian Seputar Indonesia ini menggambarkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mengganti menteri dari kalangan partai politik dengan menteri dari kalangan profesional, juga sikap PKS menyikapi pengurangan jatah menterinya dan kedatangan Fadel Muhammad ke istana presiden sebelum reshuffle dan dicegat oleh anggota Paspampres.

Alasan Presiden SBY mengganti menteri dari kalangan partai politik adalah untuk mewadahi kaum profesional yang tidak berasal dari partai politik. Menurutnya kaum profesional itu diperlukan untuk efektivitas KIB II tiga tahun ke depan. Kemudian Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi menambahkan bahwa pengurangan menteri dari kalangan partai politik merupakan prerogatif Presiden. Karena dalam kesepahaman koalisi sudah tercantum, Presiden memiliki prerogatif untuk mengganti menteri-menterinya. 

Adapun sikap PKS mengenai pengurangan jatah menterinya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, sikap partainya atas pengurangan jatah menterinya akan dikeluarkan pada Majelis Syuro PKS. Pihak PKS juga menyayangkan ada perubahan kontrak koalisi yang tidak dibicarakan oleh Presiden SBY dengan Majelis Syuro PKS. Padahal dalam catatan sebelumnya kontrak politik ini dibicarakan langsung antara SBY dan PKS yang diwakili Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin. 

Mengenai Fadel Muhammad yang terdepak dari kantor Presiden bermula sejak kedatangannya ke istana negara sekitar pukul 16.45 WIB. Sebelum masuk kantor Presiden, dia dicegat oleh seorang anggota Paspampres dan oleh ajudan Sudi Silalahi. Saat dilarang Fadel kemudian berusaha menelpon Sudi Silalahi yang saat itu sedang mendampingi Presiden menerima Baltazar Kambuaya yang akan menjadi menteri lingkungan hidup. Selama 10 menit berupaya menelepon Sudi Silalahi akhirnya Fadel bisa masuk kantor Presiden. 

Namun waktu itu tidak ada jadwal pertemuan Presiden dengan Fadel. Setelah hampir 20 menit di kantor presiden akhirnya dia keluar dengan tergesa-gesa. Fadel sempat mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya mempunyai program kelautan ke depan yang akan disampaikan ke Presiden.

REPUBLIKA

Pada halaman pertama, koran harian Republika memuat berita dengan judul Reshuffle Tersandera. Maksudnya adalah, karena dalam perombakan KIB II Presiden SBY tetap memasang menteri berdasarkan perwakilan dari partai politik. Berita itu menggambarkan kekecewaan Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti melihat menteri yang berasal dari partai. Seperti Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Menteri Agama Suryadharma Ali yang masih menjabat. 

Menurut Poengky, Mari Elka Pangestu yang sebelumnya menjabat Menteri Perdagangan tidak cocok menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Begitupun Rektor Universitas Cenderawasih Baltazar Kambuaya tidak pantas menjadi Menteri Lingkungan Hidup yang sebelumnya dijabat Gusti Muhammad Hatta yang bergeser menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Kambuaya merupakan ekonom, bukan ahli lingkungan hidup Presiden memaksakan diri mengutak-atik kabinet, Kata Poengky.

Dalam berita ini juga membahas tentang sikap PKS terhadap pencopotan menterinya. Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq menganggap Presiden telah membatalkan kontrak politiknya dengan PKS. Selain itu, berita ini juga membahas kalau bukan cuma PKS yang kehilangan satu kadernya di kabinet, Partai Demokrat juga kehilangan satu kadernya di kabinet. 

TEMPO

Berbeda dengan koran harian lain, Koran Tempo langsung membahas dan menegaskan tentang penilaian PKS yang menganggap bahwa Presiden SBY telah melanggar kontrak koalisi dalam melakukan perombakan kabinet. Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq menjelaskan, kontrak koalisi antara partainya dan Presiden SBY meliputi tiga bagian dan salah satunya adalah PKS dipercaya mendapat empat menteri di kabinet. 

Koran Tempo juga membahas tentang pengurangan jatah kursi dari PKS dan Partai Demokrat. PKS berkurang satu kursi di kementerian begitupun Partai Demokrat. Dari PKS yakni, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata digantikan oleh Gusti Muhammad Hatta, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Dari Partai Demokrat yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh digantikan oleh Jero Wacik, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pariwisata.

Berdasarkan pengamatan penulis dari berbagai koran harian diatas mengenai pemberitaan reshuffle KIB II, maka disimpulkan bahwa walaupun sudut pandangnya berbeda tetapi intinya tetap sama. Terdapat beberapa perbedaan dan persamaan sudut pandang. Diantaranya, dalam setiap koran pasti menyinggung tentang PKS yang keberatan karena berkurangnya jatah kursi menterinya di kabinet. Yang dalam perjanjian koalisi antara PKS dengan Presiden SBY menetapkan tentang jumlah jatah menteri yang didapat oleh PKS. Dalam setiap koran juga pasti mengutip kata-kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, “Demokrat rela kekurangan satu. Yang lain layaklah dikurangi juga, yaitu PKS.” 

Selain itu terdapat juga kesalahan pemberitaan dari Koran Tempo dan Seputar Indonesia. Masing-masing tentang jatah kementerian yang dikurangi dari Partai Demokrat. Koran Tempo menjelaskan bahwa kementerian yang ditinggalkan oleh Partai Demokrat adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi E.E. Mangindaan. Padahal sebenarnya E.E. Mangindaan Cuma bergeser menjadi Menteri Perhubungan. Sedangkan Seputar Indonesia menjelaskan bahwa kementerian yang ditinggalkan oleh Partai Demokrat adalah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jero Wacik. Yang sebenarnya Jero Wacik juga Cuma bergeser menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. 

Adapun yang benar mengenai kementerian yang dikurangi dari kader Partai Demokrat yakni Darwin Zahedy Saleh dari Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral dan Freddy Numberi dari Kementerian Perhubungan. Dua kader Partai Demokrat ini benar-benar lepas dari jabatannya sebagai menteri, tidak bergeser seperti yang tertulis di Koran Tempo dan Harian Seputar Indonesia.  

Ket: Masing-masing koran tertanggal 19 Oktober 2011

OLEH :
ALI RAHMAN MUTAJALLI / 1110 0511 00077
JURNALISTIK III/C
MATA KULIAH ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2011 M / 1432 H

0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
1:53:00 AM

Thursday, October 6, 2011

RESENSI: PANDANGAN DUNIA TAUHID

RESENSI: PANDANGAN DUNIA TAUHID
IDENTITAS BUKU

Judul: PANDANGAN-DUNIA TAUHID
Karya: Murtadha Muthahhari
Diterjemahkan dari Fundamentals of Islamic
Thought: God, Man and the Universe, Bab
“The World View of Tauhid”, Karya
Murtadha Muthahhari, Mizan Press, 1985
Penerjemah: Agus Effendi
Penyunting: Ilyas Hasan
Hak terjemahan dilindungi undang-undang
All rights reserved
Cetakan I, Muharram 1410/Agustus 1983
Cetakan II, Dzulqa’dah 1413/Mei 1993
Cetakan III, Rabi’ Al-Tsani 1415/September 1994
Diterbitkan oleh Yayasan Muthahhari, Bandung
Desain Sampul: Art Ghaida

Resensi:

Setiap jalan dan filsafat hidup di dasarkan pada pandangan tentang maujud atau keterangan dan analisis tentang alam. Dasar ini diistilahkan dengan “pandangan-dunia” (worldview). Semua agama, adat-istiadat, aliran pemikiran, dan filsafat sosial, bersandar pada pandanga-dunia. Tujuan, metode, kewajiban dan larangan suatu aliran pemikiran semuanya niscaya merupakan hasil dari pandangan-dunia aliran pemikiran tersebut. Para filosofmembagi pemikiran menjadi dua: kebijakan teoritis dan kebijakan praktis. Kebijakan teoritis ialah pemahaman tentang alam sebagaimana adanya, sedangkan kebijiakan praktis adalah pemahaman tentang perilaku kehidupan sebagaimana mestinya. Dan yang semestinya ini diturunkan secara logis dari yang sebagaimana adanya.

Buku ini akan membahas bagaimana pandangan tauhid terhadap dunia. Bagian awal dari buku ini membahas tentang perbandingan pandangan-dunia terhadap tauhid. Mulai dari pandangan-dunia ilmiah, pandangan-dunia filosofil, dan pandangan dunia agamawi. Selain itu buku ini juga merinci tentang kriteria pandangan dunia, pandangan-dunia tauhid, dan pandangan-dunia islam.

Pandangan-Dunia Tauhid

Arti pandangan-dunia tauhid ialah pemahaman bahwa alam dapat maujud melalui suatu kehendak bijak, dan bahwa tatanan kemaujudan berdiri diatas dasar kebaikan dan rahmat, agar maujud-maujud dapat mencapaikesempurnaan mereka. Arti pamdangan –dunia tauhid ialah bahwa alam berkutub satu dan berpusat satu, dan bahwa alam padahakikatnya dari (milik) Allah dan kembali kepada-Nya. (QS 2 : 156)

Alam semesta, menurut pandangan-dunia ini, bergerak dalam suatu sistem harmonis yang menuju ke satu arah, yaitu ke satu pusat. Tidak ada satu makhlik pun yang diciptakan dengan sia-sia dan anpa tujuan. Alam semesta diatur dengan serangkaian aturan yang pasti yang dinamakn norma-norma ilahi. Di antara maujud-maujud, hanya manusialah yang memiliki kemuliaan khusus dan bertanggung jawab atas evolusi dirinya serta kesejahteraan masyarakatnya. Alam merupakan sekolah manusia, dan Allah memberikan pahala kepada setiap manusia sesuai kesungguhan niat dan upayanya. 

Pandangan-dunia tauhid didukung oleh kekuatan logika, ilmu dan nalar. Di dalam setiap partikel alam terdapat tanda adanya satu pencipta yang Bijaksana dan Mahatahu. Dan setiap lembar daun merupakan suatu ringkasan pengetahuan tentang-Nya. Pandangan-dunia tauhid memberikan ruh, tujuan, dan makna kepada kehidupan, karena ia menempatkan manusia di jalan kesempurnaan yang tidak ada batasnya.

Pandangan-dunia tauhid memiliki daya tarik. Ia dapat memberikan kekuatan dan kebahagiaan di dalam jiwa. Ia memberikan tujuan-tujuan luhur dan suci, dan membuat orang rela berkorban. Pandangan-dunia tauhid adalah satu-satunya pandangan-dunia yang di dalamnya komitmen dan tanggung jawab individu terhadap yang lainnya menemukan makna. Begitu juga, ia merupakan satu-satunya pandangan-dunia yangmampu menyelamatkan manusia dari keterperosokan ke dalam lembah kesia-siaan.

Buku ini menjelaskan bagaimana pandangan dunia terhadap tauhid, sangat cocok dijadikan referensi untuk mempelajari ilmu tauhid. Selain itu juga menjelaskan tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan ketauhidan. Seperti membahas tentang tingkat-tingkat tauhid, tingkat-tingkat syirik, batas antara tauhid dan syirik, dan masalah kejujuran dan keikhlasan. 

Buku ini juga menjelaskan secara rinci beberapa poin-poin penting dari setiap bab yang dibahas dengan baik. Namun, juga ada sebagian poin yang tidak dijelaskan secara menyeluruh dan mendalam. Tapi buku ini memberikan rujukan buku apabila ingin mempelajari lebih lanjut tentang poin-poin tersebut, karena mengingat jenis buku ini tergolong dalam buku saku yang tidak terlalu tebal jadi membahas yang penting-penting saja. 

Pandangan-Dunia Realistis

Pada bagian kedua buku ini, membahas tentang pandangan-dunia realistis. Islam adalah agama yang mempercayai kebenaran dan realitas. Kata isalam berarti berserah diri (taslim) syarat pertama menjadi manusia Muslim adalah berserah diri pada realitas dan kebenaran. Islam menolak segala bentuk kekerashatian, kekeraskepalaan, fanatisme, taklid buta, semangat kekelompokan, dan egoisme, karena semua itu bertentangan dengan ruh berserah diri kepada kebenaran dan realitas.

Islam memandang bahwa orang yang mencari kebenaran, yang tidak memiliki pertimbangan-pertimbangan pribadi, dan yang berjuang meraih kebenaran tetapi tidak berhasil, bisa dimaafkan. Sedangkan orang yang keras hati dan keras kepala danmenerima kebanaran dengan cara taklid, atau karena keturunan dan sebagainya, tidak demikian. Muslim hakiki, pria atau wanita, senantiasa merindukan kebenaran. Karena itu dia akan selalu pula mengambil dan mengintegrasikan kebijakan dan kebenaran di mana saja dan dari siapa saja datangnya. Dalam mencari kebenaran dan ilmu, dia tidak menunjukkan sedikitpunfanatisme, dan dia akan menjelajahi kesetiap penjuru dunia untuk mendapatkan kebenaran dan ilmu tersebut.

Muslim hakiki akan mencari kebenaran sepanjang hidupnya, ke setiap tempat dan kepada setiap orang, kaena dia yakin bahwapemimpin agung Islam (Rasulullah SAW) telah mewajibkan semua muslim untuk mencari ilmu. Beliau juga bersabda, “ambillah kebijakan itu sekalipun dari seorang musyrik,” dan “Kebijakan adalah milik mukmin yang hilang.” Beliau juga bersabda, “Carilah ilmu walaupun di negeri Cina,” dan “Carilah ilmu sejak buaian hingga liang lahad.”

Islam mengutuk taklid buta yang dangkal, yaitu pandangan sepihak atas berbagai masalah, taklid kepada orang tua dan kepada tradisi warisan, karena semua itu bertentangan dengan ruh berserah diri kepada kebenaran dan bertentangan dengan kehendak Islam agar kebenaran jaya, dan karena semua itu membuat orang berbuat salah, menyimpang dan jauh dari kebenaran. 

Tingkat-Tingkat Tauhid

Selanjutnya pada bab ini yaitu tingkat-tingkat tauhid membahas tentang tingkatan-tingkatan tauhid. Mulai dari tauhid zati, tauhid sifati, tauhid amali, tauhid dalam ibadah, dan tauhid praktis. Selain itu, pada bab ini juga membahas tentang hubungan manusia dengan tauhid, dan teori-teori yang berhubungan dengan tauhid. Seperti teori materialistis, teori idealistis dan teori realistis.

Tauhid zati adalah mengetahui zat Allah dalam keesaan dan ketunggalan-Nya. Setiap muwahhid mengetahui bahwa Dia itu Mahakaya, yakni segala sesuatu membutuhkan Dia dan menerima pertolongan-Nya, sedangkan Dia tidak membutuhkan segala sesuatu pun: wahai manusia, kalianlah yang membutuhkan Allah, dan Allah, Dialah yang Mahakaya lagi Maha Terpuji” (QS 35: 15). Dalam bahsa filosof, Dia adalah wujud yang mesti ada.

Tauhid sifati adalah memahami bahwa Zat-Nya adalah sifat-sifat-Nyaitu sendiri, bahwa sifat-sifat-Nya satu sama lain sama. Tauhid Zati menafikan keberadaan sekutu dan penyerupa, sedangkan tauhid sifati berarti menafikan keberadaan segala bentuk pluralitas dan kemajemukan pada Zat itu sendiri. Meski Zat Allah dilukiskan dengan sifat-sifat sempurna, yaitu indah dan agung, namun ia  tidak memiliki berbagai aspek obyektif. Membedakan Zat dengan sifat atau sesama sifat berarti membatasi wujud. Bagi suatu wujud tak terbatas, yang tidak bisa dibayangkan adanya wujud lain dari wujud itu, tak bisa pula dibayangkan adanya pluralitas, kemajemukan, atau perbedaan antara zat dan sifat.

Tauhid amali adalahmemahami bahwa alam, dengan seluruh sistem, norma, dan sebab-akibatnya, merupakan perbuatan dan karya-Nya, serta timbul dari kehendak-Nya. Karena maujud-maujud di alam ini pada hakikatnya tidak mandiri, yaitu semuanya bergantung pada-Nya. Maka maujud-maujud ini tidak mandiri baik dalam akibat maupun sebab. Dengan begitu, karena Allah tidak bersekutu dengan Zat, maka Dia juga tidak bersekutu dalam perantaraan (agensi). Setiap agen dan sebab mendapatkan realitas, kemaujudan, pengaruh dan agensi dari-Nya. Setiap agen diwujudkan oleh Allah SWT. ”Allah-lah yang berkehendak, tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah.”

Tiga tingkatan tauhid di atas merupakan tauhid teoritis dan termasuk pengetahuan, sedang tauhid dalam ibadah adalah tauhid praktis dan termasuk dalam mengada dan menjadi. Tiga tingkat pertama tauhid di atas mencerminkan pemikiran yang benar, tahap ini merupakan mengada dan menjadi benar. Tauhid teoritis adalah pengertian tentang kesempurnaan, sedangkan tauhid praktis merupakan gerakan kearah kesempurnaan. Tauhid teoritis berarti memahami keesaan Allah, sedangkan tauhid praktis berarti membawa manusia ke dalam kesatuan. Tauhid teoritis adalah “melihat”, sedangkan tauhid praktis, “bergerak”.Tauhid praktis, atau tauhid dalam beribadah berarti beribadah kepada Allah. Dalam islam ibadah itu bertingkat-tingkat. 

Tingkat ibadah paling jelas adalah melakukan ritus pemuliaan dan pengukuhan transendensi sedemikian, sehingga sekiranya keduanya bukan dilakukan bagi Allah, berarti benar-benar keluar dari lingkungan umat tauhid, yang sekaligus dari pangkuan islam. Akan tetapi dalam pandangan islam, ibadah tidak terbatas pada tingkat ini saja. Setiap pemilihan orientasi, sebuah ideal, dan kiblat spritual, adalah ibadah. “Apakah engkau lihat orang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?” (QS 25: 43).

Tingkat-Tingkat Syirik

Sebagaimana tauhid bertingkat-tingkat, begitupun dengan syirik. Dengan memperbandingkan tingkat-tingkat tauhid dan tingkat-tingkat syirik, kita dapat dengan lebih baik mengetahui tauhid dan syirik. Menurut kaidah, “kita dapat mengetahui sesuatu melalui kebalikannya.” Di samping terdapat tauhid yang diserukan oleh para nabi sejak fajar sejarah, terdapat pula bentuk-bentuk syirik. 

Dalam bab ini di bahas poin-poin tentang jenis-jenis syirik, mulai dari syirik zati, syirik dalam kepenciptaan, syirik dalam sifat, dan syirik dalam ibadah.Syirik zati, sebagian umat meyakini dua, tiga, atau lebih prinsip azaliah yang abadi dan mandiri (dualisme, trinitarianisme, dan politeisma). Mereka meyakini bahwa alam memiliki lebih daripada satu basis, kutub atau fokus. Syirik dalam kepenciptaan, sebagian orang memandang Allah sebagai Zat yang tidaka ada sesuatu pun menyerupainya, dan menganggap sebagai satu-satunya prinsip alam, tetapi memandang makhluk-makhluk tertentu sebagai sekutu bagi Allah dalam kepenciptaan.

Bagian terakhir buku ini membahas tentang masalah kejujuran dan keikhlasan.Dalam bab terakhir ini terdapat beberapa poin lagi. Diantaranya tentang kesatuan alam, alam ghaib dan alam nyata, dunia dan akhirat, kearifan Maha luas dan keadilan Allah, kemandirian dan kesempurnaan, dan yang terakhir adalah prinsip keadilan dalam kultur Islam. Bab terakhir ini menggambarkan hubungan semua poin-poin tersebut diatas dalam hubungannya dengan tauhid. 

OLEH: ALI RAHMAN MUTAJALLI
JURNALIS II/C
NIM: 1110 0511 00077

KONSENTRASI JURNALISTIK
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2011 M / 1432 H
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
12:03:00 AM

Monday, September 19, 2011

Pencuri Tidak Lagi Beraksi Dimalam Hari

Pencuri Tidak Lagi Beraksi Dimalam Hari

Pencuri Hati

Pencuri Ekspresi

Pencuri Peluang

Pencuri Ilmu

Pencuri Nilai
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:53:00 AM

Saturday, September 17, 2011

Orang-orang yang Tidak Bersyukur

Orang-orang yang Tidak Bersyukur

Orang miskin, pekerja keras, buruh pabrik, pengemis, TKI, PRT, dan masih banyak lagi..

Manusia dibekali akal dan pikiran oleh Tuhan yang membedakannya dengan binatang, orang-orang di atas adalah orang-orang yang tidak menggunakan akal dan pikirannya untuk menjalani hidupnya agar menjadi lebih baik. orang-orang yang tidak menggunakan/memanfaatkan apa yang Tuhan berikan kepadanya dengan baik, artinya mereka tidak bersyukur. Padahal jika mereka ingin sedikit saja memanfaatkan anugrah Tuhan yang berupa akal dan pikiran yang tidak dimiliki makhluk lain maka bisa dijamin hidupnya akan menjadi lebih indah.
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:50:00 AM

Friday, September 16, 2011

Tahapan Komunikasi

Tahapan Komunikasi
Komunikasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi bisa terjalin antara seseorang dengan orang lain dengan komunikasi, namun ada beberapa tahapan sebelum melakukan komunikasi.

Persepsi. Persepsi adalah pandangan, pantauan, dan pemaknaan indera terhadap segala sesuatu yang ada di sekeliling kita. jadi segala sesuatu yang ada di sekeliling kita harus diperssepsikan terlebih dahulu. persepsi itu sendiri biasa didapatkan dari penglihatan, pendengaran, pemahaman, baca buku dan lain-lain.
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:39:00 AM

Thursday, September 1, 2011

PENGUMPULAN AL-QUR’AN DAN PENGKONDIFIKASIANNYA PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW

PENGUMPULAN AL-QUR’AN DAN PENGKONDIFIKASIANNYA PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW
Pengertian pengumpulan Al-qur’an dan Alat-alatnya

Al-jam (mengumpulkan) yang terdapat dalam riwayat, niscaya dapat terhindar dari jebakan prasangka yang bukan-bukan. Sebab dari kajian dan penelitian terhadap yang berkaitan dengan itu. Istilah al-jam digunakan dan dimaksudkan untuk salah satu pengertian berikut ini :

a. Menghafal Al-qur’an dilubuk hati.
b. Menuliskan pada alat-alat yang tersedia.
c. Menuliskan secara bersambung 
d. Memindahkan dan menuliskannya

Tentang Alat yang digunakan dalam pengkodifikasian yaitu :

1. Usb yakni Pelepah kurma yang sudah dipisahkan dari batang dan daun.
2. Al-Kihhaf yakni Lempeng-lempengan batu yang halus
3. Al-Riqa yakni Daun-daun atau kulit-kulit pohon tertentu
4. Al-Iktaf yakni Tulang-tulang unta atau domba yang ditulis sesudah kering
5. Al-Iqtab yakni Papan yang biasa diletakkan dipunggung unta.

Hafalan Al-qur’an Pada Masa Rasulullah SAW

Rasulullah SAW adalah hafidz pertama diantara para huffazh dan junjungan mereka yang mulia. Beberapa bukti diantaranya :

1) Firman Allah yang berbunyi : janganlah kamu gerakan lidahmu untuk (membaca) Al-qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya. Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannnya(di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya (QS> Al-Qiyamah:16-17).
2) Firman Allah SWT yang berbunyi kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa (QS.Al-A’la:6)
3) Karena jamma’ Al-Qur’an atau penghafal Al-Quran pada masa Rasulullah SAW sangat banyak dan sulit dihitung.
4) Rasulullah SAW. Menyerahkan setipa orang yang baru hijrah kepada salah seorang huffazh untuk diajari menghafal Al-qur’an Al-karim.
5) Setelah Fat-hu Makkah kegiatan mengahfal Al-qur’an menyebar di kalangan penduduknya.
6) Rasulullah SAW sendiri memberikan pengajarannya.

Sebab-sebab yang mendorong kaum muslimin untuk menghafal Al-Qur’an

a. Bahwa Al-qur’an adalah undang-undang dasar (dustur) mereka yang harus jalankan dan yang membuat mereka paham tentang yang halal dan yang haram , perintah dan larangan yang harus mereka patuhi.
b. Al-Qur’an merupakan tanda keagungan Ilahi yang memiliki keindahan balaghah dan merupakan kebiasaan orang Arab untuk menghafal baca-bacaan yang mengandung niali keindahan balaghah.
c. Para huffazh mempunyai kedudukan yang terhormat di kalangan kamu muslimin ummumnya, dan di hadapan Rasulullah SAW khususnya.

Pengkondisian Al-Qur’an pada masa Rasulullah SAW

Berikut ini adalah bukti-bukti pengkondisian Al-Qur’an pada masa Rasulullah SAW :
1. Abu Abdullah Al-Haris bin Asad Al-muhasihiy (w. 234 H) menyatakan penulisan Al-Qur’an bukanlah suatu hal yang baru, karena sesunguhnya Rasululullah telah menyuruhnya.
2. Zaid bin Tsabit berkata : saya ikut terlibat dalam pengumpulan Al-Qur’an pada pelepah-pelepah kurma, kurma, batu-batu tilis tipis yang halus, dan didalam dada-dada oarang yang terkemuka.
3. Hadits Al-Tsaqalani, yaitu sabda Rasulullah SAW yang berbunyi ”sesunguhnya telah aku tinggalkan untukmu Al-Tsaqalani, yaitu Kitabullah dan anak keturunan Ahl Al-Bait yang jika kamu berpegang keduanya niscaya kamu tidak tersesat.
4. Ayat-ayat tantangan Al-qur’an menantang kaum musyrikin untuk membuat dua ayat, sepuluh ayat atau satu surah yang serupa dengan Al-Quran, yang membuktikan bahwa saat itu Al-Qur’an bisa mereka dapatkan dan surah-surah mempunyai keistimewaan.
5. Al-Thabari dan ibn Asakir meriwayatkan dari Al-Syabi : Enam orang dari kaum anshar telah mengumpulkan Al-qur’an pada masa Rasulullah SAW.
6. Al-qur’an diturunkan kepada Rasulullah selama 23 tahun.
7. Dalam riwayat Ali bin Ibrahim Rasulullah berkata ”Ali Al-Qur’an terdapat dibelakang tempat tidurku yang tertulis dalam suhuf, sutera dan kertas. Ambilah dan kumpulkanlah dan jangan sampai hilang sebagaimana kaum yahudi menghilangkan taurat.”  lalu Ali pergi mengumpulkan pada kain kuning dan menutupinya.

Pengumpulan Al-qur’an dalam bentuk mushaf belum dilakukan pada masa Rasulullah. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh hal-hal berikut :

a. Penurunan Al-Qur’an secara berangsur-angsur
b. Sesudah Allah SWT menutup turunnya wahyu, melengkpkan nikmat dan menyempurnakan agama bagi kaum Muslimin, Rasulullah tidak diberi usia untuk menyusun Al-qur’an dalam satu mushaf.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
11:45:00 PM

Thursday, August 25, 2011

Jika Kamu Siapa??

Jika Kamu Siapa??


Jika Kamu Wartawan jangan sampai kamu yang diberitakan

Jika kamu Polisi jangan sampai kamu yang ditangkap

Jika kamu Ustadz jangan sampai kamu yang diceramahi

Jika kamu Presiden jangan sampai kamu dibenci rakyatmu

Jika kamu Guru jangan sampai kamu yang diajari oleh muridmu
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:28:00 AM

Monday, August 22, 2011

Hari ke 22 [Masjid semakin sepi]

Hari ke 22 [Masjid semakin sepi]


Masjid semakin sepi, Musholla sudah kosong. di tempat-tempat perbelanjaan orang sudah berdesak-desakan, terminal semakin padat, pelabuhan semakin ramai, bandara disibukkan dengan para pemudik.

Rupanya terdapat kebiasaan (buruk) di negeri kita yang menjadikan tempat-tempat perbelanjaan, terminal, pelabuhan dan bandara sebagai tempat ibadahnya sangat jauh berbeda dengan kebiasaan di timur tengah yang semakin mendekati akhir bulan ramadhan masjid-masjid semakin ramai dengan jamaah yang beritikaf.
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:23:00 AM

Sunday, August 21, 2011

5 Perkara yang Harus Disegerakan

5 Perkara yang Harus Disegerakan


Terburu-buru merupakan hal yang kurang baik untuk dilakukan, karena merupakan sifat setan.

Dalam setiap aktifitas sebaiknya dilakukan dengan tidak terburu-buru karena banyak hal buruk yang akan terjadi jika beraktifitas dengan terburu-buru. Jadi sebaiknya disiapkan dengan sebaik mungkin segala sesuatu yang dibutuhkan sebelum beraktifitas.

Namun ada 5 hal yang boleh di segerakan untuk dilaksanakan.
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:19:00 AM

Thursday, August 11, 2011

Keajaiban Manusia

Keajaiban Manusia

Dalam keadaan darurat manusia bisa melakukan hal-hal di luar batas kemampuannya.

Dalam keadaan terdesak, manusia bisa melakukan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Bahkan tidak percaya dengan apa yang telah ia lakukan. Seperti berlari lebih cepat dari kemampuannya ketika dikejar anjing atau melompati pagar yang dalam keadaan normal tidak bisa ia lakukan hanya untuk menyelamatkan diri, bahkan terjun kedanau yang kedalamannya belum pernah ia tau walaupun dia sendiri tidak tau berenang. Yang ada dalam pikirannya ketika dikejar anjing adalah berlari secepat mungkin untuk menyelamatkan diri agar tidak terkena gigitan anjing.
Read more »
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
11:38:00 PM

Friday, July 15, 2011

TURUNNYA AL-QURAN

TURUNNYA AL-QURAN
Al Quran di turunkan pada bulan Ramadhan pada malam Lailatul Qadr. Hal ini dijelaskan dalam Al quran.
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia (QS.Al Baqarah : 185)
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan (QS. Al-qadr : 1).
Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa kira-kira dua puluh tiga tahun, tujuannya adalah untuk mendidik, melatih, memberi petunjuk kepada umat dan memungkinkan mereka menerapkan serta mempraktikkan hukum-hukum dan ajaran-ajaran Al-Quran. Hal ini diperjelas dalam Al-quran,
Dan Al-Quran itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (QS. Al-Isra’ : 106)
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran kepadamu (Muhammad) dengan berangsur-angsur (QS. Al-Insan : 23)
Ia dibawa turun oleh ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi pringatan (QS. Asy-Syu’ara’ : 193-194)
Ayat Al-Quran yang pertama diturunkan adalah firman Allah SWT : Bacalah dengan(menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (QS. Al-Alaq).
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
11:48:00 PM

Wednesday, July 13, 2011

PENGERTIAN HADITS, SUNNAH, KHABAR, DAN ATSAR

PENGERTIAN HADITS, SUNNAH, KHABAR, DAN ATSAR
Oleh: 
ALI RAHMAN MUTAJALLI
JURNALISTIK II/C
NIM: 1110051100077

KONSENTRASI JURNALISTIK
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2011 M / 1432 H 

PENDAHULUAN

Hadits merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an. Hadits yang dijadikan pegangan adalah hadits yang dapat diyakini kebenarannya. Untuk mendapatkan hadits tersebut tidaklah mudah karena hadits yang ada sangatlah banyak dan sumbernya pun berasal dari berbagai kalangan. Namun selain Hadits, terdapat juga Sunnah, Khabar, dan Atsar. 

Menurut M.T.Hasbi Ash Shiddieqy, pengertian sunnah ditinjau dari sudut bahasa (lughat) bermakna jalan yang dijalani, terpuji, atau tidak. Sesuai tradisi yang sudah dibiasakan, dinamai sunnah. Sedangkan Khabar menurut bahasa adalah berita yang disampaikan dari seseorang kepada orang lain.Khabar menurut Muhadditsin adalah warta dari Nabi, Shahabat, dan Tabi’in. oleh karena itu, hadits marfu’, maukuf, dan maktu’ bisa dikatakan sebagai khabar.

Atsar sendiri Secara etimologiberarti sisa reruntuhan rumah dan sebagainya. Sedangkan secara terminologi ada dua pendapat mengenai definisi atsar ini. Pertama, kata atsar sinonim dengan hadits. Kedua, atsar adalah perkataan, tindakan, dan ketetapan Shahabat.

Baik Hadits, Sunnah, Khabar, maupun Atsar merupakan sumber yang dijadikan umat islam sebagai pedoman setelah Al-Qur’an. Meskipun yang lebih diutamakan pada dasarnya setelah Al-Qur’an adalah Hadits, karena Hadits merupakan sumber hukum ajaran islam yang patut di pedomani setelah Al-Qur’an. Selain itu masih banyak perbedaan pendapat oleh para ulama mengenai pengertian Hadits, Sunnah, Khabar, maupun Atsar yang tidak bisa dijelaskan semua dalam makalah ini karena keterbatasan penyusun.

Namun dalam makalah ini sudah terbilang cukup untuk digunakan sebagai bahan awal dalam mempelajari pengertian Hadits, Sunnah, Khabar maupun Atsar. Walaupun masih terdapat banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, tetapi penyusun makalah sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan yang terbaik untuk para pembaca. 

Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini kita lebih mengetahui pengertian tentang Hadits, Sunnah, Khabar, dan Atsar. Terlepas dari kesalahan yang terdapat dalam makalah ini penyusun memohon maaf yang sebesar-besarnya dan mudah-mudahan kedepannya bisa melakukan yang terbaik dan tidak terdapat lagi kesalahan dan kekurangan disana-sini.

PENGERTIAN HADITS

Menurut bahasa kata hadits memiliki arti al jadid minal asyyaالجديد (sesuatu yang baru), lawan dari qodimالقديم. Hal ini mencakup sesuatu (perkataan), baik banyak ataupun sedikit.[1]  Qorib (yang dekat). Khabarالخابر  (warta), yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain dan ada kemungkinan benar atau salahnya.[2] Dari makna inilah diambil perkataan hadits Rasulullah saw.[3]

Jamaknya adalah hudtsan, hidtsan dan alhaditsالاحاديث. Jamak alhadits-jamak yang tidak menuruti qiyas dan jamak yang syad inilah yang dipakai. Jamak hadits yang bermakna khabar dari Rasulullah saw. Oleh karena itu, hadist-hadits Rasul dikatakan alhadits al Rosul bukan hudtsan al Rosul atau yang lainnya.

Ada juga yang berpendapat ahadits  bukanlah jamak dari hadits, melainkan merupakan isim jamaknya.Dalam hal ini, Allah juga menggunakan kata hadits dengan arti khabar, dalam firman-Nya;
فليأتوا بحديث مثله إن كانوا صادقين.
“maka hendaklah mereka mendatangkan khabar yang sepertinya jika mereka orang yang benar”  (QS. At Thur; 24).

Adapun hadits menurut istilah ahli hadits hampir sama (murodif)dengan sunah, yang mana keduanya memiliki arti segala sesuatu yang berasal dari Rasul, baik setelah dingkat ataupun sebelumnya. Akan tetapi kalau kita memandang lafadz hadits secara umum adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw. setelah diangkat menjadi nabi, yang berupa ucapan, perbuatan, dan taqrir beliau. Oleh sebab itu, sunah lebih umum daripada hadits.[4]

Menurut ahli ushul hadits adalah segala pekataan Rosul, perbuatan dan taqrir beliau, yang bisa bisa dijadikan dalil bagi hukum syar’i.[5] Oleh karena itu, menurut ahli ushul sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan hukum tidak tergolong hadits, seperti urusan pakaian.[6]

Ulama hadits yang lain juga mendefiniskan hadits sebagai berikut : "Sesuatu yang didasarkan kepada Nabi SAW. baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, maupun sifatnya".Dari ketiga pengertian tersebut, ada kesamaan dan perbedaan para ahli hadits dalam mendefinisikan hadits. Kasamaan dalam mendefinisikan hadits ialah dengan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW, baik perkataan maupun perbuatan. 

Sedangkan perbedaan mereka terletak pada penyebutan terakhir dari perumusan definisi hadits. Ada ahli hadits yang menyebut hal ihwal atau sifat Nabi sebagai komponen hadits, ada yang tidak menyebut. Kemudian ada ahli hadits yang menyebut taqrir Nabi secara eksplisit sebagai komponen dari bentuk-bentuk hadits, tetapi ada juga yang memasukkannya secara implisit ke dalam aqwal atau afal-nya.

Sedangkan ulama Ushul, mendefinisikan hadits sebagai berikut :"Segala perkataan Nabi SAW. yang dapat dijadikan dalil untuk penetapan hukum syara'".Berdasarkan rumusan definisi hadits baik dari ahli hadits maupun ahli ushul, terdapat persamaan yaitu ; memberikan definisi yang terbatas pada sesuatu yang disandarkan kepada Rasul SAW, tanpa menyinggung-nyinggung prilaku dan ucapan sahabat atau tabi'in. 

Perbedaan mereka terletak pada cakupan definisinya. Definisi dari ahli hadits mencakup segala sesuatu yang disandarkan atau bersumber dari Nabi SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, dan taqrir. Sedangkan cakupan definisi hadits ahli ushul hanya menyangkut aspek perkataan Nabi saja yang bisa dijadikan dalil untuk menetapkan hukum syara'.

PENGERTIAN SUNNAH

Sunnah menurut bahasa adalah perjalanan (jalan yang ditempuh), baik terpuji atau tidak.[7] Jamaknya adalah sunan.Sunnah menurut bahasa berarti : "Jalan dan kebiasaan yang baik atau yang jelak". Menurut M.T.Hasbi Ash Shiddieqy, pengertian sunnah ditinjau dari sudut bahasa (lughat) bermakna jalan yang dijalani, terpuji, atau tidak. Sesuai tradisi yang sudah dibiasakan, dinamai sunnah.Berkaitan dengan pengertian sunnah ditinjau dari sudut bahasa, perhatikan sabda Rasulullah SAW, sebagai berikut :

"Barang siapa mengadakan sesuatu sunnah (jalan) yang baik, maka baginya pahala Sunnah itu dan pahala orang lain yang mengerjakan hingga hari kiamat.

Dan barang siapa mengerjakan sesuatu sunnah yang buruk, maka atasnya dosa membuat sunnah buruk itu dan dosa orang yang mengerjakannya hingga hari kiamat" (H.R. Al-Bukhary dan Muslim).

Sedangkan, Sunnah menurut istilah muhadditsin (ahli-ahli hadits) ialah segala yang dinukilkan dari Nabi SAW., baik berupa perkataan, perbuatan, maupun berupa taqrir, pengajaran, sifat, kelakuan, perjalanan hidup baik yang demikian itu sebelum Nabi SAW., dibangkitkan menjadi Rasul, maupun sesudahnya. 

Menurut Fazlur Rahman, sunnah adalah praktek aktual yang karena telah lama ditegakkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya memperoleh status normatif dan menjadi sunnah. Sunnah adalah sebuah konsep perilaku, maka sesuatu yang secara aktual dipraktekkan masyarakat untuk waktu yang cukup lama tidak hanya dipandang sebagai praktek yang aktual tetapi juga sebagai praktek yang normatif dari masyarakat tersebut.

Menurut Ajjaj al-Khathib, bila kata Sunnah diterapkan ke dalam masalah-masalah hukum syara', maka yang dimaksud dengan kata sunnah di sini, ialah segala sesuatu yang diperintahkan, dilarang, dan dianjurkan oleh Rasulullah SAW., baik berupa perkataan maupun perbuatannya. Dengan demikian, apabila dalam dalil hukum syara' disebutkan al-Kitab dan as-Sunnah, maka yang dimaksudkannya adalah al-Qur'an dan Hadits.

Pengertian Sunnah ditinjau dari sudut istilah, dikalangan ulama terdapat perbedaan. Ada ulama yang mengartikan sama dengan hadits, dan ada ulama yang membedakannya, bahkan ada yang memberi syarat-syarat tertentu, yang berbeda dengan istilah hadits. Ulama ahli hadits merumuskan pengertian sunnah sebagai berikut :"Segala yang bersumber dari Nabi SAW., baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir, tabiat, budi pekerti, atau perjalanan hidupnya, baik sebelum diangkat menjadi Rasul, seperti ketika bersemedi di gua Hira maupun sesudahnya".

Berdasarkan definisi yang dikemukakan di atas, kata sunnah menurut sebagian ulama sama dengan kata hadits. "Ulama yang mendefinisikan sunnah sebagaimana di atas, mereka memandang diri Rasul SAW., sebagai Uswatun Hasanah atau Qudwah (contoh atau teladan) yang paling sempurna, bukan sebagai sumber hukum. Olah karena itu, mereka menerima dan meriwayatkannya secara utuh segala berita yang diterima tentang diri Rasullullah SAW., tanpa membedakan apakah (yang diberitakan itu) isinya berkaitan dengan penetapan hukum syara' atau tidak. Begitu juga mereka tidak melakukan pemilihan untuk keperluan tersebut, apabila ucapan atau perbuatannya itu dilakukan sebelum diutus menjadi Rasul SAW., atau sesudahnya.

Ulama Ushul Fiqh memberikan definisi Sunnah adalah "segala yang dinukilkan dari Nabi Muhammad SAW., baik berupa perkataan, perbuatan maupun taqrirnya yang ada sangkut pautnya dengan hukum". Menurut T.M. Hasbi Ash Shiddieqy, makna inilah yang diberikan kepada perkataan Sunnah dalam sabda Nabi, sebagai berikut :

"Sungguh telah saya tinggalkan untukmu dua hal, tidak sekali-kali kamu sesat selama kamu berpegang kepadanya, yakni Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya" (H.R.Malik)

Perbedaan pengertian tersebut di atas, disebabkan karena ulama hadits memandang Nabi SAW., sebagai manusia yang sempurna, yang dijadikan suri teladan bagi umat Islam, sebagaimana firman Allah surat al-Ahzab ayat 21, sebagai berikut :

"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu".

Ulama Hadits membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi Muhammad SAW., baik yang ada hubungannya dengan ketetapan hukum syariat Islam maupun tidak. Sedangkan Ulama Ushul Fiqh, memandang Nabi Muhammad SAW., sebagai Musyarri', artinya pembuat undang-undang di samping Allah. Firman Allah dalam al-Qur'an surat al-Hasyr ayat 7 yang artinya:"Apa yang diberikan oleh Rasul, maka ambillah atau kerjakanlah. Dan apa yang dilarang oleh Rasul jauhilah". 

Ulama Fiqh, memandang sunnah ialah "perbuatan yang dilakukan dalam agama, tetapi tingkatannya tidak sampai wajib atau fardlu. Atau dengan kata lain sunnah adalah suatu amalan yang diberi pahala apabila dikerjakan, dan tidak dituntut apabila ditinggalkan. Menurut Dr.Taufiq dalam kitabnya Dinullah fi Kutubi Ambiyah menerangkan bahwa Sunnah ialah suatu jalan yang dilakukan atau dipraktekan oleh Nabi secara kontinyu dan diikuti oleh para sahabatnya; sedangkan Hadits ialah ucapan-ucapan Nabi yang diriwayatkan oleh seseorang, dua atau tiga orang perawi, dan tidak ada yang mengetahui ucapan-ucapan tersebut selain mereka sendiri. 

PENGERIAN KHABAR

Khabar menurut bahasa adalah berita yang disampaikan dari seseorang kepada orang lain.Khabar menurut Muhadditsin adalah warta dari Nabi, Shahabat, dan Tabi’in. oleh karena itu, hadits marfu’, maukuf, dan maktu’ bisa dikatakan sebagai khabar.

Dan menurutnya khabar murodif  dengan hadits.[8]Sebagian ulama berpendapat bahwasannya hadits dari Rosul, sedangkan khabar dari selain Rosul. Dari pendapat ini, orang yang meriwayatkan hadits disebut Muhadditsin dan orang yang meriwayatkan sejarah dan yang lain disebut Akhbari.
Adapun secara terminologi terdapat perbedaan pendapat terkait definisi khabar, yaitu:

1.    Kata khabar sinonim dengan hadits;
2.    Khabar adalah perkataan, tindakan, dan ketetapan seseorang selain Nabi Muhammad. Sedangkan hadits adalah perkataan, tindakan, dan ketetapan Nabi Muhammad.
3.    Khabar mempunyai arti yang lebih luas dari hadits. Oleh karena itu, setiap hadits dapat disebut juga dengan khabar. Namun, setiap khabar belum tentu dapat disebut dengan hadits[9].

Menurut istilah sumber ahli hadits baik warta dari Nabi maupun warta dari sahabat, ataupun warta dari tabi'in. Ada ulama yang berpendapat bahwa khabar digunakan buat segala warta yang diterima dari yang selain Nabi SAW. Dengan pendapat ini, sebutan bagi orang yang meriwayatkan hadits dinamai muhaddits, dan orang yang meriwayatkan sejarah dinamai akhbary atau khabary. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa hadits lebih umum dari khabar, begitu juga sebaliknya ada yang mengatakan bahwa khabar lebih umum dari pada hadits, karena masuk ke dalam perkataan khabar, segala yang diriwayatkan, baik dari Nabi maupun dari selainnya, sedangkan hadits khusus terhadap yang diriwayatkan dari Nabi SAW. saja. 

PENGERTIAN ATSAR

Atsar (أَثَرٌ)  menurut lughat ialah bekasan sesuatu, atau sisa sesuatu, dan berarti nukilan (yang dinukilkan). Menurut Ibnu Faris, kata atsar (أَثَرٌ) berasal dari ‘taqdimu asy-syai’’ (تَقْدِيْمُ الشَّيْءِ = mengutamakan atau memilih sesuatu), dalam arti memutuskan untuk mengambil sesuatu dari beberapa pilihan yang ada.Sesuatu do'a umpamanya yang dinukilkan dari Nabi dinamai: do'a ma'tsur. Sedangkan menurut istilah jumhur ulama sama artinya dengan khabar dan hadits.

الأثر: لغة: البقبة
واصطلاحا: فيه قولان:
. مرادف للحديث
. مغاير له: ما أضيف إلى الصحاية والتابعين من أقوال و أفعال

Secara etimologiatsarberarti sisa reruntuhan rumah dan sebagainya.[10] Sedangkan secara terminologi ada dua pendapat mengenai definisi atsar ini. Pertama, kata atsar sinonim dengan hadits. Kedua, atsar adalah perkataan, tindakan, dan ketetapan Shahabat. Dari pengertian menurut istilah, terjadi perbedaan pendapat di antara ulama. "Jumhur ahli hadits mengatakan bahwa Atsar sama dengan khabar, yaitu sesuatu yang disandarkan kepada Nabi SAW., sahabat, dan tabi'in. Sedangkan menurut ulama Khurasan, bahwa Atsar untuk yang mauquf dan khabar untuk yang marfu.

----------
[1] Muhammad Ujaj al Khotib, Ushul al HaditsUlumuhu wa Mushtholahuhu, Bairut; Libanon. 1992. hal. 26
[2] Abu al Faid Muhammad bin Muhammad Ali al Farisi,  Jawahir al Usul al Hadits fi IlmiHadits al Rosul Bairut; Libanon. 1992. hal. 24
[3] Teungku Muhammad Hasbi Ash Shidieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits,1999. Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra. Hal 1
[4] Muhammad Ujaj al Khotib, Ushul al HaditsUlumuhu,….….hal. 27
[5] Ibid.
[6] Teungku Muhammad Hasbi Ash Shidieqy, Sejarah dan Pengantar,…….hal. 4.
[7] Muhammad Ujaj al Khotib, Ushul al HaditsUlumuhu,….….hal. 17
[8] Ibid, 27
[9] Ibid, hlm 27-28.
[10] Al-Sayyid Muhammad Ibn ‘Alawi al-Maliki al-Hasani, al-Manhal al-Lathif fi Ushul al-Hadits al-Syarif, hlm 51.


DAFTAR PUSTAKA

Masjfuh Zuhdi, Pengantar Ilmu Hadits, Bina Ilmu, Surabaya, 1993 
M. Syuhudi Ismail, Metodologi Penelitian Hadits Nabi, Bulan Bintang, Jakarta, 1992. 
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits, Pustaka Rizki Putra, Semarang,Cet.Kedua,1998.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
12:13:00 AM

Friday, July 8, 2011

MENGETAHUI WAHYU MAKKIYAH DAN WAHYU MADANIAH

MENGETAHUI WAHYU MAKKIYAH DAN WAHYU MADANIAH
ULUMUL QUR’AN
MENGETAHUI WAHYU MAKKIYAH DAN WAHYU MADANIAH
OLEH : ALI RAHMAN MUTAJALLI 
JURNALIS I/C
04 NOV 2010

PEMBAHASAN

Menurut riwayat Muhammad bin Hafs bin Asad Al-Kufiy, dari Muhammad bin Katsir dan Muhammad ibn Al-sa’id Al-kalbiy, dari Abu Shalih, dari Ibn Abbas, bahwa delapan puluh dua surah Al-Qur’an diturunkan di Makkah dan tiga puluh dua surah diturunkan di Madinah.

1. Sumber-sumber Untuk Mengetahui Surah Makkiyah dan Madaniah

Pada riwayat-riwayat dan nash-nash naqli yang mengisahkan ayat atau surah, atau menunjukkan pada waktu atau tempat turunnya ayat, serta bersandar kepada peristiwa-peristiwa sejarah penting yang terjadi pada masa turunnya Al-Qur’an, atau kepada peristiwa-peristiwa yang merupakan sebab turunnya Al-Quran.  

2. Dasar-dasar Untuk Membedakan Antara Makkiyah dan Madaniyah

a. Pebedaan berdasarkan karakteristik personal ayat dan surah

Para ulama mengatakan bahwa ayat Makkiyah adalah ayat-ayat yang di dalamnya terdapat redaksi : Ya ayyuha al-nas, sebab ayat tersebut merupakan khithab bagi penduduk Makkah. Adapun Madaniyah adalah ayat-ayat yang terdapat di dalamnya khithab : Ya ayyuha al-ladzina amanu. Dengan anggapan bahwa penduduk Makkah belum menjadi muslim, maka apabila di dalam ayat terdapat khithab : Ya ayyuha al-nas, tahulah kita bahwa itu adalah ayat Makkiyah. Dan dengan anggapan bahwa penduduk Madinah telah menjadi muslim, maka apabila terdapat redaksi : Ya ayyuha al-ladzina amanu, tahulah kita bahwa itu adalah ayat Madaniyah.

b. perbedaan berdasarkan tempat

Dengan beranggapan bahwa wahyu itu tidak diturunkan kecuali kepada Rasulullah saw., maka para ulama menjadikan tempat beliau menerima wahyu sebagai dasar pembeda. Apabila Rasulullah saw. Berada di Makkah ketika menerima ayat atau surah, maka ayat tersebut termasuk Makkiyah, baik penurunan  tersebut sebelum hijrah maupun sesudahnya. Apabila beliau berada di Madinah, maka ayat tersebut termasuk Madaniyah.

c. perbedaan berdasarkan waktu 

Yang dimaksudkan adalah menjadikan hijrah sebagai dasar pembeda. Dengan demikian, maka ayat-ayat Makkiyah adalah ayat-ayat yang turun sebelum Nabi hijrah ke Madinah, meskipun turunnya bukan di Makkah dan ayat-ayat Madaniyah adalah ayat-ayat yang turun sesudah hijrah beliau, meskipun turunnya di Makkah.       
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
11:42:00 PM

Friday, June 10, 2011

CIRI-CIRI AYAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH

CIRI-CIRI AYAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH
ULUMUL QURAN
TEMA: CIRI-CIRI AYAT MAKKIYAH DAN MADANIYAH
NAMA: ALI RAHMAN MUTAJALLI
JURUSAN:JURNALISTIK I/C
NIM: 1110051100077
TGL : 11 NOV 2010

Karakteristik yang terdapat pada umumnya surah makkiyah

- seruan terhadap prinsip-prinsip akidah, seperti iman kepada Allah dan hari akhir, gambaran tentang hari pembalasan, penghuni surga dan neraka.

- seruan untuk berpegang teguh pada akhlak luhur dan perbuatan baik.

- secara umum, surah-surah dan ayat-ayatnya pendek-pendek.

- bantahan terhadap kaum musyrikin, penegasan tentang batilnya akidah mereka , dan pembuktian terhadap kesempitan otak mereka.

- banyaknya sumpah demi Allah, demi hari akhir, demi hari kebangkitan, demi Al-Qur’an dan sebagainya.

- banyak menggunakan ungkapan ya ayuha al-nas.

- banyak kisah-kisah para Nabi dan umat, kisah Adam dan iblis
karakteristik yang terdapat pada umumnya surah Madaniyah.

- surah-surah dan ayat-ayatnya panjang-panjang dan menggunakan ungkapan yang akrab.

- penentangan terhadap Ahl-Al-Kitab dan seruan kepad mereka untuk menghilangkan sikap berlebih-lebihan dalam agama mereka.

- berbicara mengenai orang-orang munafik, mengungkapkan kedudukan dan ancaman mereka.

- banyak menyebutkan tentang jihad, pemberian izin untuk berperang dan penjelasan hukum-hukumnya.

- penjelasan hokum had, fara’idh, hak-hak, bagian bagian waris, undang-undang politik, ekonomi, perjanjian-perjanjian, dan arsip-arsip Negara.

- menjelaskan dalil-dalil dan bukti-bukti kebenaran agama.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
11:39:00 PM

Thursday, June 2, 2011

ASBAB AL-NUZUL (LATAR BELAKANG TURUNNYA AYAT)

ASBAB AL-NUZUL (LATAR BELAKANG TURUNNYA AYAT)
ULUMUL QUR’AN
TEMA: ASBAB AL-NUZUL (LATAR BELAKANG TURUNNYA AYAT)
NAMA: ALI RAHMAN MUTAJALLI
JURUSAN: JURNALISTIK  I/C
TANGGAL: SENIN, 11 OKT 2010

PEMBAHASAN

Pengertian Asbab Al-Nuzul
Asbab al-nuzul adalah sesuatu yang melatarbelakangi turunnya suatu wahyu, sebagai jawaban terhadap suatu peristiwa atau menceritakan sesuatu peristiwa, atau menjelaskan hukum yang terdapat dalam peristiwa tersebut.

Contoh sebab-sebab turunnya ayat.
a. Masjid Dhirar QS. At-Taubah : 108
b. Memberi makan orang miskin, anak yatim dan tawanan QS. Al-Insan : ayat 9. 
c. Bersedekah dengan cincin QS. Al-Maidah : 55.
d. Rendah hati (tawadhu’) Rasulullah saw QS. Al-Kahfi : 27-28.

Asbab Al-Nuzul dikategorikan secara umum kepada dua bagian,

Pertama, ayat-ayat yang diturunkan dengan adanya suatu sebab, dan sebab tersebutlah yang mengundang turunnya ayat, yang tidak diragukan pasti terjadi bersamaan dengan turunnya wahyu.

Kedua, ayat yang turun sejak semula, tanpa adanya peristiwa yang terjadi atau permasalahan yang membutuhkan turunnya wahyu saat wahyutersebut diturunkan. 
Urgensi mengetahui Asbab Al-Nuzul

Mengetahui asbab al-nuzul adalah sangat urgen dalam upaya mengetahui dan memahami maksud suatu ayat, hikmah yang terkandung dalam penetapan suatu hukum, sebagaimana kata pepatah: “mengetahui sebab akan memberikan pengetahuan tentang musabab” pentingnya mengetahui asbab al-nuzul antara lain:

a. mengetahui hikmah yang terdapat dalam penetapan suatu hukum syara
b. memahami makna yang dimaksudkan oleh suatu ayat 
c. mengetahui lafadz umum dalam suatu ayat, untuk kemudian membuat dalil khusus.

Sebab Nuzul lebih dari satu, sedang ayat yang diturunkan hanya satu, dan ayat yang diturunkan lebih dari satu sedangkan sebab nuzul-nya hanya satu.

Turunnya suatu ayat lebih dari satu kalimenunjukkan betapa pentingnya masalah yang dibicarakan dalam ayat tersebut, dan untuk mengingatkan pada sebab turunnya ayat tersebut karena khawatir terlupakan.

Penetapan hukum itu didasarkan atas keumuman lafadz dan bukan atas kekhususan sebab yang melatarbelakanginya.

Sebab yang melatarbelakangi turunnya wahyu itu tidak membelenggu syariat yang umum dan tidak membatasinya, tetapi sekedar mempengaruhi turunnya wahyu. Dengan demikian ia mencakup hukum yang terdapat dalam keumumannya yang berlaku bagi semua peristiwa yang sesuai dengan sebab nuzul tersebut.

Diriwayatkan dari Imam Muhammad bin Ali Al-Baqir a.s. katanya “sesunggunya Al-Qur’an itu hidup, tidak mati dan sesungguhnya ayat itu hidup dan tidak mati.” Kalau ayat itu hanya diturunkan khusus bagi suatu kaum, kemudian mereka mati niscaya ayat dan Al-Qur’an ikut mati bersama matinya kaum tersebut. tetapi tidak demikian, ia terus berlaku bagi orang-orang yang masih tinggal, sebagaimana ia berlaku bagi orang-orang yang telah lampau.   
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
11:31:00 PM

Friday, May 13, 2011

AYAT AL-QURAN YANG PERTAMA DAN TERAKHIR DITURUNKAN

AYAT AL-QURAN YANG PERTAMA DAN TERAKHIR DITURUNKAN
ULUMUL QUR’AN
TEMA: AYAT AL-QURAN YANG PERTAMA DAN TERAKHIR DITURUNKAN
NAMA: ALI RAHMAN MUTAJALLI
NIM: 1110 0511 00077
JURUSAN: JURNALISTIK I/C
TANGGAL: 14 OKT 2010

PEMBAHASAN

Turunnya Al-qur’an diawali dengan surah Al-Alaq di Makkah. Diriwayatkan dari Abu Abdillah a.s., bahwa beliau berkata “ Ayat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah saw . adalah : Bismillahir-Rahmanirrahim. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menjadikan” (QS.Al-Alaq : 1)

Ayat yang terakhir diturunkan adalah: pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu (QS. Al-Maidah : 3).

Sedangkan surah yang terakhir diturunkan adalah: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (QS. An-Nashr: 1) 

Dikatakan pula bahwa ayat yang terakhir diturunkan adalah: (QS. Al-Bakarah: 281). Berkata Al Mawardi : ini adalah ayat yang turun pada hari Nahar pada Haji Wada’ di Mina. Dikatakan juga bahwa ayat yang terakhir diturunkan adalah ayat tentang pengharaman riba.

Banyaknya perbedaan pendapat tentang ayat yang terakhir diturunkan disebabkan karna adanya dominasi dugaan para perawi dan ijtihad mereka. Masing-masing meriwayatkan ayat yang terakhir didengarnya dari Rasulullah saw. Sebelum beliau jatuh sakit, kemudian si perawi berpisah berpsah dari beliau.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
11:34:00 PM

Thursday, May 5, 2011

Makalah: Agama dan Organisasi Keagamaan

Makalah: Agama dan Organisasi Keagamaan
PENDAHULUAN

Sebagai ilmu yang menggeluti kehidupan dan kebudayaan manusia, antropologi agama tidak dapat dilepaskan dari uraian tentang kehidupan manusia dan agama, dari hubungan antara keduanya. Hubungan antara dua variabel ini ada yang menyangkut masalah-masalah besar, menengah dan “kecil”. Meneliti hubungan masalah besar dalam kehidupan seperti hubungan agama dan kemajuan, pembangunan atau modernisasi, agama dan kebahagiaan hidup dinamakan dengan grand theories. 

Di bawah itu, dapat pula diteliti masalah yang lebih khusus, seperti hubungan agama dengan politik, ilmu pengetahuan, seni, organisasi, yang dapat dinamakan dengan middle theories. Kemudian perhatian antropologi dapat pula ditujukan kepada fenomena yang lebih khusus atau kecil, dari middle theories dalam masyarakat, seperti fenomena meneliti musik nasyid di kampus suatu universitas umum, kehidupan spritual para selebritis suatu kota metropolitan. Hasil penelitian atau studi tentang hal yang lebih khusus ini yang biasa dinamakan studi kasus, dapat dinamakan dengan micro theories.

Di antara ahli antropologi ada yang tidak setuju, antropologi ikut-ikutan mengembangkan pengetahuan teoritis seperti ilmu alam, sosiologi dan ilmu ekonomi, sebagaimana yang dikemukakan oleh Greetz. Namun, sebagai ilmu yang mulanya dikembangkan oleh kebudayaan modern Barat, penilaian terhadap hubungan agama dan kehidupan dapat dibaca, baik secara tersurat, atau minimal secara tersirat dalam tulisan mereka.

AGAMA

Pengertian Agama

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Kata "agama" berasal dari bahasa Sanskerta, agama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepadaTuhan.

Emile Durkheim mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya.

Teori Tentang Agama

1. Teori Tentang Asal-Usul Agama
Berikut ini dikemukakan berbagai teori antropologi tentang asal-usul agama. Koentjaraningrat  hanya mengemukakan teori tentang asal-usul agama, padahal teori tentang agama yang lebih penting diungkapkan adalah pengaruhnya terhadap komponen budaya. Ia membagi teori antropologi tentang agama kepada tiga macam. Pertama, teori yang dalam pendekatannya berorientasi kepada keyakinan keagamaan. Kedua, teori yang berorientasi kepada sikap manusia. Ketiga, teori yang berorientasi kepada upacara religi.

a. Teori berorientasi kepada keyakinan keagamaan
R.R. Marret (1886-1940) berpendapat bahwa kepercayaan beragama berasal dari kepercayaan akan adanya kekuatan gaib luar biasa yang menjadi penyebab dari gejala-gejala yang tidak dapat dilakukan manusia biasa. Kekuatan gaib yang berupa mana yang dipercayai orang  Melanesia dapat juga dimiliki manusia. Orang yang memiliki mana mampu mengerjakan sesuatu yang tidak bisa dikerjakan manusia biasa. Orang yang memiliki mana  berkuasa dan mampu memimpin orang lain. Emosi dan getaran jiwa manusia purba kagum kepada hal-hal yang luar biasa dan sumber terjadinnya kejadian luar biasa itu. Manusia zaman kuno yakin kepada adanya zat halus memberi kekuatan hidup dan gerak kepada yang memilikinya. 

b. Teori yang berorientasi kepada sikap manusia terhadap yang gaib
Rudolf Otto menekankan sikap kagum terpesona dari penganut agama terhadap zat yang gaib (mysterium), maha dahsyat, maha baik, maha adil, maha bijaksana (tremendum) dan keramat (sacer). Karena itu, manusia tertarik untuk bersatu dengan zat tersebut. Teori Otto tampak cocok dengan agama besar dunia, dan tidak cocok dengan agama primitif. Otto berpendapat bahwa kepercayaan masyarakat primitif belumlah agama, hanya tahap pendahuluan kepada agama.  

c. Teori yang berorientasi kepada upacara religi
Ahli antorpologi Prancis, R. Hetz, mengkhususkan perhatian kepada upacara kematian. Hertz berpandangan bahwa tingkah laku manusia dalam masyarakat ditentukan oleh gagasan orang banyak. Karena itu, ia berpendapat bahwa upacara kematian selalu dilakukan manusia dalam rangka adat-istiadat dan struktur sosial. Analisis upacara kematian menurutnya harus bebas dari perasaan individu pelakunya. Persoalan hidup dan mati dipandang banyak suku bangsa di dunia sebagai proses peralihan dari suatu kedudukan sosial tertentu di dunia ini kepada kedudukan sosial dalam dunia makhluk halus. 

Dengan demikian upacara kematian tidak lain dari jenis inisiasi. Hertz juga menjelaskan ada persamaan antara upacara kematian dengan upacara kelahiran dan perkawinan, yaitu sama-sama upacara peralihan. Pada upacara kematian seseorang beralih dari alam hidup ke alam gaib. Dalam upacara kelahiran seseorang beralih dari alam gaib ke alam hidup. Upacara perkawinan adalah peralihan dari masa lajang ke masa berumah tangga. Kesamaan peralihan ini dinamakan dengan rites de passage. Dalam upacara peralihan itu ada bagian perpisahaan, ada bagian peralihan dan ada bagian integrasi kembali. 

2. Teori Dari Berbagai Tinjauan Ilmu
Anne Marie de Wall Malefijt mengungkapkan teori-teori tentang kehidupan beragama dari berbagai sudut tinjauan dan teori, seperti teori linguistik, rasionalistik, teori migrasi dan difusi, teori psikologis, teori sosiologis, dan teori fenomenologis. 

a. Teori Lingusitik
Kajian terhadap agama secara ilmiah dimulai sesudah kajian terhadap bahasa mulai berkembang. Keduanya punya kesamaan sebagai gejala universal dari kehidupan manusia. Adalah dua bersaudara Jacob Crimm dan Wilhem Grimm yang memulai penggabungan kajian mitos dengan bahasa. Dia mengumpulkan sebagian besar lagenda, cerita rakyat, khurafat-khurafat, dan pepatah seantero Eropa dan terperanjat karena menyaksikan adanya kesamaan antara semuanya. Demikian juga dsaksikan dalam kitab Rig-Veda yang diperkirakan ditulis dua abad sebelum masehi. Keagamaan itu adalah cerita rakyat modern yang semmula adalah mitos masa lalu yang telah ditambah, dikurangi, atau dikorup. Karena itu, cerita rakyat Indo-Eropa juga berasal dari sumber kuno yang sama.  

b. Teori Rasionalistik
Teori ini diterapkan pada kajian agama mulai abad ke-19. Secara umum yang dimaksudkan dengan teori rasionalistik adalah keyakinan ilmuan bahwa manusia prasejarah menjelaskan kepercayaan kepercayaan mereka hampir dekat dengan cara ilmiah, tetapi mereka sampai kepada kesimpulan yang salah karena kekurangan pengtahuan dan pengalaman mereka. Kecenderungan teori ini tampak karena dipengaruhi oleh cara berpikir orang Barat, khususnya para ahli antropologinya, dalam memahami sebagian besar masalah dalam kehidupan mereka. Ketika melihat ada budaya dan kepercayaan suku bangsa lain atau zaman lain yang sangat berbeda dengan budaya mereka, mereka memandang cara suku bangsa lain mendapatkannya hampir sama dengan cara berpikir ilmiah yang mereka lakukan, cuma kesimpulan akhir yang berbeda dengan mereka.

c. Teori Sosiologis
Teori ini menujukan perhatian kepada pertanyaan tentang apa fungsi agama bagi kehidupan manusia. W. Robert Smith menulis unsur-unsur agama kuno (pagan) dalam agama-agama suku bangsa Semit, termasuk dalam agama Yahudi. Agama bangsa Semit menurutnya sangat bersifat kesukuan sejalan dengan struktur sosioal mereka. Masing-masing suku punya Tuhannya sendiri-sendiri yang dipercayai sebagai pencipta alam fisik dan nenek moyang mereka. Karena itu Tuhan dan diri mereka sendiri dari satu keturunan. Tuhan pada dasarnya menjelma dalam bentuk suatu species binatang sebagai kepercayaan totem. Hubungan manusia denganTuhan terjadi ketika memakan hewan totem dalam acara ritual. Kemudian Smith berpendapat bahwa teorinya ini juga berlaku pada segenap agama masyarakat yang tidak bisa tulis baca (nonliterate societies). Mereka, menurut Smith, tidak punya dogma, tetapi punya upacara ritual. Teorinya dikritik sebagai yang sangat diragukan karena tidak punya bukti. 

d. Teori Migrasi dan Difusi
Kalau Koentjaraningrat menamakan teori Wilhem Schidt dengan teori teologis, Malefijt menamakannya dengan teori migrasi dan difusi. Fritz Grabner juga sependapat dengan Schmidt bahwa monoteismelah yang mula-mula berkembang dalam kehidupan beragama manusia. Politeisme, animisme, totemisme, magis, fetish, dan lainnya, merupakan perkembangan kemudian. Teorinya didasarkan kepada data yang ditemukannya di kalangan suku Pygmy Afrika yang menurutnya merupakan kebudayaan Afrika yang orisinil. 

e. Teori Psikologis
Sigmund Freud mulanya seorang dokter medis. Ia menyaksikan banyak penyakit fisik dilatarbelakangi oleh gangguan jiwa. Ia juga menulis tentang agama dan agama masyarakat primitif. Gangguan jiwa manusia, menurutnya, disebabkan keinginan hewani manusia yang terkumpul dalam alam bawah sadar manusia (das Ich) banyak yang terhalang untuk direalisasi oleh nilai-nilai ideal yang berada dalam jiwa manusia yang dinamakan dengan superego. Superego berasal dari tekanan hukum, moral, agama, dan budaya. Keinginan hewani manusia demikian mendasar, menurut Freud, sehingga tampil dalam bentuk Oedipus Complex. Dari masih kecil, anak-anak sudah menaruh cemburu kepada orang tuanya yang sejenis kelamin dengan dia karena orang tuanya itu juga mencintai orang tuanya yang berlawanan jenis dengan dia sendiri. Dia juga mencintai orang tuanya yang berlawanan jenis kelamin itu. Oleh karena itu, anak laki-laki menaruh cemburu dari kecil kepada ibunya.

f. Teori Fenomenologis
Fenomen berarti “sebagai yang dimaksud atau diturunkannya sendiri.” Dengan demikian, teori fenomenologis adalah kajian terhadap sesuatu menurut yang dimaksud sendiri oleh yang dikaji. Suatu masyarakat yang menjadi objek penelitian dengan pendekatan fenomenologis berarti berusaha memahami maksud simbol, kepercayaan, atau ritual menurut yang mereka pahami sendiri. Tentu saja pemahaman masing-masing masyarakat terhadap kebudayaan mereka sendiri akan bermacam ragam karena masyarakat dan budaya juga bermacam ragam. Apa yang dimaksud hakikat yang dipelajari menurut pemilik sendiri juga berbeda di antara pendukung pendekatan fenomenologis. 

Dari defenisi, teori dan penjelasan tentang agama yang diungkap di atas terlihat pula ada ahli antropologi yang menunjukkan perhatian kepada asal-usul agama. Asal-usul agama dari Tuhan tentu tidak empirik, tidak dapat dibuktikan. Yang dapat dibuktikan adalah kondisi psikologis manusia yang diliputi ketidaktahuan dan kecemasan menghadapi gejala alam. Karena itu, ada ahli antropologi yang memberikan defenisi agama sebagai pelarian manusia yang lemah memahami kedahsyatan alam semesta, lemah mengendalikan alam, lemah menata kehidupan bersama, atau lemah mendapatkan bahagia dalam kehidupan sehingga mereka menyandarkan kelemahan mereka dengan berpegang kepada yang gaib.  

Walaupun tinjauan dari asal-usul beragama yang digali kondisi psikologis manusia ini mengandung kebenaran, tetapi implikasinya meniadakan agama setelah manusia menjadi kuat dengan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Ini pandangan modernisme yang menekankan aspek kemajuan fisik. Akan tetapi, pengalaman manusia yang hanya menekankan aspek fisik dan ekonomi menunjukkan mereka terperangkap pula kepada krisis identitas, krisis nilai kehidupan, dan kegersangan spiritual sehingga banyak yang lari ke aliran-aliran pemujaan. Jadi, defenisi dengan tinjauan asal-usul psikologi dari kecenderungan manusia beragama dapat pula dipahami kebenarannya, sehingga untuk tercapainya kebahagiaan, menusia tidak hanya membutuhkan sarana fisik dan material, tetapi juga nilai-nilai spiritual yang sulit dirumuskan dengan kemampuan akal dan metode ilmiah saja. 

ORGANISASI KEAGAMAAN

Tipe-Tipe Organisasi Keagamaan dan Tipe-Tipe Masyarakat

Semua pengkaji organisasi keagamaan sangat berhutang budi kepada tulisan-tulisan sarjana Jerman,Ernst Troeltsch, penulis karya monumental, Social Teaching of the Christian Churches. Troeltsch membedakan antara dua tipe utama kelompok keagamaan. Yaitu geraja dan sekte (ecclesia). Bagi Troeltsch gereja atau ecclesia adalah suatu tipe organisasi keagamaan yang merupakan ciri khas suatu gerakan keagamaan dalam fase kematangan dan kemampuannya.

Di lain pihak sekte menandai tahap-tahap permulaan yang dinamik dari suatu gerakan. Troeltsch membatasi pengkajiannya pada agama Kristen. Karena keaneka ragaman tipe organisasi yang terdapat di dalamnya, Troeltsch menjadikan Kristen sebagai contoh. Di lain pihak penelitian-penelitian Max Weber terhadap agama Yahudi purba dan agama-agama di India dan Cina menunjukkan bahwa tipologi Troeltsch dapat diaplikasikan secara luas.

Meskipun ecclesia menurut Troeltsch, atau tipe gereja, dan sekte merupakan dua variasi utama kelompok-kelompok keagamaan dan kedua tipe tersebut berguna sekali untuk dianggap sebagai dua kutub yang berlawanan, namun sarjana-sarjana sosiologi menambah dua subtipe lagi. Yaitu aliran keagamaan (denomination) dan pengamalan keagamaan (cult).  
Ecclesia, Sekte, Aliran Keagamaan dan Pengamalan Keagamaan

Ecclesia adalah sebuah gereja yang menekankan keuniversalannya di dalam suatu daerah tertentu, baik nasional maupun internasional. Semua anggota yang dilahirkan di dalam daerah ini dianggap, berdasarkan tempat tinggal mereka sebagai anggota-anggota ecclesia. Pola kekuasaannya pada umumnya formal dan tradisional. Kekuasaan ini berpusat dan mengenal hirarki. 

Oleh karena itu organisasi tersebut terjalur dari atas kebawah dengan menggunakan garis komando. Berbagai macam pemimpin muncul dalam organisasi yang besar dan bervariasi ini. Pemimpin tertingginya adalah pendeta dan bukan nabi. Pendeta adalah pejabat yang kekuasaannya didukung oleh hirarki. Tugas pokoknya yaitu mengurus sarana-sarana sakramental untuk memberikan rahmat bagi para anggota, adalah eksklusif dan sangat penting. 

Ecclesia jauh berbeda dengan sekte, tidak menarik diri dari dunia dan juga tidak memeranginya. Tujuannya adalah menguasai dunia untuk kepentingan organisasi. Oleh karena itu terdapat hubungan saling memberi dan menerima antara pemerintahan ecclesia dengan lembaga-lembaga sekuler dalam masyarakat, termasuk pemerintahan sipil. Karena alasan inilah ecclesia menguasai dunia tetapi ia sendiri juga dikuasai oleh dunia. 

Sebaliknya sekte pada umumnya merupakan kelompok kecil yang eksklusif dan anggota-anggotanya tergabung secara sukarela biasanya orang-orang dewasa. Kekuasaan dijalankan oleh seseorang berdasarkan atas kharisma perorangan dan bukan atas dukungan hirarki. Meskipun demikian disiplin keagamaan dalam sekte tersebut keras dan dilaksanakan bersama dengan saling mengawasi diantara anggota-anggota kelompok tersebut. Sekte-sekte ditandai dengan semangat keagamaan dan etika. 

Kepercayaan-kepercayaan mereka menekankan ajaran-ajaran Injil dari masa-masa paling awal, dan praktek-praktek keagamaan mereka menekankan cara hidup orang Kristen pertama. Kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek keagamaan sekte tersebut mempertajam perbedaan antara anggota-anggota kelompok sekte yang erat bersatu dengan dunia luar. Memang anggota sekte biasanya bermusuhan dengan anggota semua gereja lain dan seringkali dengan sekte-sekte saingan mereka juga. Oleh karena itu sekte-sekte cenderung radikal dalam penolakan mereka terhadap pemerinatahan sekuler. 

Organisasi Keagamaan dan Gerakan-gerakan Keagamaan

Meskipun tipe-tipe organisasi keagamaan yang beraneka ragam itu mungkin bisa hidup bersama dalam satu masyarakat, namun beberapa tipe lebih sesuai bagi beberapa tipe masyarakat tertentu daripada bagi masyarakat lain. Bukti historik menunjukkan bahwa gerakan keagamaan baru dengan baik sekali dapat menanamkan pengaruh yang kuat pada masyarakat jika gerakan tersebut lahir pada saat peradaban sedang dalam keadaan kacau. 

Gerakan besar keagamaan pra-Kristen muncul selama masa-masa perubahan dan pergolakan cepat yang menggoncang peradaban purba. Adalah suatu fakta yang luar biasa bahwa kira-kira pada kurun waktu yang sama terlihat perkembangan agama Kong Fu Tsu di Cina, filsafat Brahmana dan munculnya agama Budha di India, serta gerakan kenabian di Jedua. Belum lagi munculnya kebudayaan klasik di Yunani. Periode ini adalah masa ketidakpastian yang melanda seluruh dunia yang beradab.  Pada abad ini gerakan-gerakan besar dibidang keagamaan muncul dan pada umumnya karena pengaruh agama. Nilai-nilai yang sejak saat itu telah mengarahkan peradaban terbentuk.

Keruntuhan peradaban Romawi menampilkan tipe masyarakat baru yang sangat mirip dengan tipe masyarakat yang kami golongkan sebagai tipe kedua. Oleh karena itu agama-agama besar dunia tumbuh menjadi dewasa di dalam masyarkat tipe kedua, dan memainkan peranan penting dalam membentuk nilai-nilainya. Di dalam masyarakat agraris yang begitu luas dan tidak adanya nasionalisme serta pemerintahan pusat yang kuat serta kurangnya metode-metode ilmiah dan ekonomi memungkinkan agama memainkan peranan sosial dan politik yang dominan. Lagi pula kurangnya sarana komunikasi dan rendahnya standar kemampuan tulis baca pada seluruh lapisan masyarakat tersebut. Dan kurangnya persaingan dari agama-agama lain juga memacu perkembangan suatu ecclesia atau gereja yang universal. 

Pada saat tipe masyarakat kedua mulai pecah dan kelas-kelas serta kepentingan-kepentingan baru bermunculan menentang tertib lama yang sudah mapan, maka timnullah banyak sekte. Ecclesia yang sudah mapan dalam masyarkat-masyarakat tidak hanya kuat pada organisasinya saja, tetapi juga merupakan pendukung kuat bagi lembaga-lembaga sosial dan politik yang sudah ada. Oleh karena itu oposisi yang ingin berhasil haruslah sungguh-sungguh dan penuh semangat.

Lagi pula oposisi yang meningkat untuk menanamkan kekuasaan hampir tidak dapat dihindari dalam masyarakat setengah urban yang masih belum metropolitan dan belum begitu sekuler dan hal ini dibenarkan sebagai suatu pengembalian kepada apa yang mungkin disebut sebagai gospel christianty. Tipe pembenaran keagamaan ini sesungguhnya digunakan oleh pengikut-pengikut sekte yang berjuang dan tumbuh di Eropa pada abad ke-17 pada saat keresahan umum yang memberikan kepada kelompok-kelompok keagamaan ini kesempatan yang besar sekali untuk menanamkan etika mereka pada masyarakat sekitarnya. 

Memang jenis etika Puritan ini terlepas dari semua peristiwa yang telah terjadi sejak saat itu, belum semuanya hilang dari dalam kehidupan nasional Inggris atau Amerika. Karena keadaan pada abad ke-17 secara berangsur-angsur memberi tempat kepada etik-etik dunia modern dan karenamasyarakat-masyarakat tipe kedua berubah menjadi masyarakat tipe ketiga, maka banyak sekte-sekte terdahulu yang mencapai keberhasilan duniawi oleh karena itu menjadi lebih mapan dan kurang militan. 

DAFTAR PUSTAKA

Agus Bustanuddin. Agama Dalam Kehidupan Manusia: Pengantar Antropologi Agama. Rajawali Pers. Jakarta, 2006.
Nottingham Elizabeth K. Agama dan Masyarakat: Suatu Pengantar Sosiologi Agama. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta, 1998.
O’Dea Thomas F. Sosiologi Agama Suatu Pengenalan Awal. Cetakan ke-6. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta Utara, 1995

0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
12:50:00 AM
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)
Find Us :
Click Here!

Entri Populer

  • Langkah Pertama Bisnis Online: Membuat Akun Payoneer
    Alhamdulillah, berkah Ramadan, setelah memabaca e-book premium dari mas Dian  Umbara, saya mantap untuk mengikuti jejaknya. Beliau menjadi ...
  • Bebek Kaleo, Bebek Paling Lembut di Dunia
    Pernah makan bebek nggak? Kalian harus coba masakan bebek yang satu ini, Bebek Kaleo. Saat jalan-jalan ke kota Bandung, tidak lengk...
  • Cari Kuliner Nusantara? di Cipika Aja!
    Beberapa tahun terakhir banyak media yang memberitakan tentang penipuan-penipuan saat berbelanja online. Awalnya ngeri juga dengar berita-...

Blog Archive

  • ►  2017 ( 1 )
    • September 2017 ( 1 )
  • ►  2016 ( 2 )
    • June 2016 ( 2 )
  • ►  2015 ( 18 )
    • September 2015 ( 4 )
    • August 2015 ( 8 )
    • May 2015 ( 1 )
    • April 2015 ( 2 )
    • March 2015 ( 1 )
    • February 2015 ( 1 )
    • January 2015 ( 1 )
  • ►  2014 ( 46 )
    • December 2014 ( 3 )
    • November 2014 ( 5 )
    • October 2014 ( 1 )
    • September 2014 ( 7 )
    • August 2014 ( 4 )
    • July 2014 ( 5 )
    • June 2014 ( 11 )
    • May 2014 ( 6 )
    • April 2014 ( 1 )
    • March 2014 ( 1 )
    • February 2014 ( 1 )
    • January 2014 ( 1 )
  • ►  2013 ( 22 )
    • December 2013 ( 1 )
    • November 2013 ( 1 )
    • October 2013 ( 2 )
    • September 2013 ( 3 )
    • August 2013 ( 2 )
    • July 2013 ( 2 )
    • June 2013 ( 1 )
    • May 2013 ( 2 )
    • April 2013 ( 2 )
    • March 2013 ( 2 )
    • February 2013 ( 3 )
    • January 2013 ( 1 )
  • ►  2012 ( 26 )
    • December 2012 ( 2 )
    • November 2012 ( 1 )
    • October 2012 ( 1 )
    • September 2012 ( 3 )
    • August 2012 ( 2 )
    • July 2012 ( 2 )
    • June 2012 ( 2 )
    • May 2012 ( 2 )
    • April 2012 ( 6 )
    • March 2012 ( 3 )
    • February 2012 ( 1 )
    • January 2012 ( 1 )
  • ▼  2011 ( 29 )
    • December 2011 ( 1 )
    • November 2011 ( 1 )
    • October 2011 ( 4 )
    • September 2011 ( 4 )
    • August 2011 ( 4 )
    • July 2011 ( 3 )
    • June 2011 ( 2 )
    • May 2011 ( 3 )
    • April 2011 ( 1 )
    • March 2011 ( 3 )
    • February 2011 ( 1 )
    • January 2011 ( 2 )
AR Mutajalli. Powered by Blogger.

About Me

erig
View my complete profile

Blogroll

ASEAN Blogger
My Community :
Copyright 2016 AR Mutajalli - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates