AR Mutajalli

Buktikan Pada Dunia Bahwa Kita Pernah Ada Dengan Karya Dan Tulisan

  • Home
  • About
  • Vlog
  • Hobi
  • Jurnalistik
  • Galeri
Home » Bahasa Jurnalistik » kampus » makalah » tugas kampus » MUBAZIR/ EKONOMI/ HEMAT DALAM BAHASA JURNALISTIK II

Sunday, May 5, 2013

MUBAZIR/ EKONOMI/ HEMAT DALAM BAHASA JURNALISTIK II

TUGAS V BAHASA JURNALISTIK

NAMA: ALI RAHMAN MUTAJALLI
NIM : 1110 0511 00077
JURUSAN: JURNALISTIK IV/C
MATERI: MUBAZIR/ EKONOMI/ HEMAT DALAM BAHASA JURNALISTIK II
TANGGAL: KAMIS, 05 APRIL 2012

Kata-kata Mubazir dalam Bahasa Jurnalistik

Contoh kata-kata mubazir :

1. Adalah (kata kerja kopula)
Contoh : Bapak Asep adalah seorang pilot.
Bapak Asep seorang pilot.
2. Telah (penunjuk masa lampau)
Contoh : Dia telah menikah dua bulan lalu.
Dia menikah dua bulan lalu.
3. Untuk (sebagai terjemahan to dalam bahasa Inggris)
Contoh : Ibu memberi makan untuk nenek
Ibu memberi makan nenek.
4. Dari (sebagai terjemahan of dalam hubungan milik)
Contoh : Ciri dari mahasisiwi UIN mengenakan kerudung.
Ciri mahasisiwi UIN mengenakan kerudung.
5. Bahwa (sebagai kata sambung)
Contoh : Dia mengatakan bahwa ibunya sakit.
Dia mengatakan ibunya sakit.

HEMAT

Penghematan diarahkan ke penghematan ruangan dan waktu. Ini bisa dilakukan di dua lapisan : yaitu unsur kata, dan unsur kalimat.

Unsur kata :

1. Beberapa kata Indonesia sebenarnya bisa dihemat tanpa mengorbankan tatabahasa dan jelasnya arti. Misalnya:
- agar supaya …………….. agar, supaya
- akan tetapi …………….. tapi
- apabila …………….. bila
- sehingga …………….. hingga
- meskipun …………….. meski
- walaupun …………….. walau
- tidak …………….. tak (kecuali diujung kalimat
atau berdiri sendiri).

2. Kata daripada atau dari pada juga sering bisa disingkat jadi dari. Misalnya: “Keadaan lebih baik dari pada zaman sebelum perang”, menjadi “Keadaan lebih baik sebelum perang”. Tapi mungkin masih janggal mengatakan: ”Dari hidup berputih mata, lebih baik mati berputih tulang”.

3. Ejaan yang salahkaprah justru bisa diperbaiki dengan menghemat huruf. Misalnya:
- sjah ……… sah
- khawatir ……… kuatir
- akhli ……… ahli
- tammat ……… tamat
- progressive ……… progresif
- effektif ……… efektif

Catatan: Kesulitan pokok kita di waktu yang lalu ialah belum adanya ejaan standard bahasa Indonesia. Kita masih bingung, dan berdebat, tentang: roch atau roh? zaman atau jaman? Textil atau tekstil? Kesusasteraan atau kesusastraan? Tehnik atau teknik? Dirumah atau di rumah? Mudah-mudahan dengan diputuskannya suatu peraturan ejaan standard, kita tak akan terus bersimpang-siur seperti selama ini. Ejaan merupakan unsur dasar bahasa tertulis. Sebagai dasar, ia pegang peranan penting dalam pertumbuhan bahasa, misalnya buat penciptaan kata baru, pemungutan kata dari bahasa lain dan sebagainya.

4. Beberapa kata mempunyai sinonim yang lebih pendek. Misalnya:
- kemudian = lalu
- makin = kian
- terkejut = kaget
- sangat = amat
- demikian = begitu
- sekarang = kini

Catatan: Dua kata yang bersamaan arti belum tentu bersamaan efek, sebab bahasa bukan hanya soal perasaan. Dalam soal memilih sinonim yang telah pendek memang perlu ada kelonggaran, dengan mempertimbangkan rasa bahasa.
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
2:36:00 AM

Belum ada komentar untuk "MUBAZIR/ EKONOMI/ HEMAT DALAM BAHASA JURNALISTIK II"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan jejak anda disini..

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)
Find Us :
Click Here!

Entri Populer

  • Langkah Pertama Bisnis Online: Membuat Akun Payoneer
    Alhamdulillah, berkah Ramadan, setelah memabaca e-book premium dari mas Dian  Umbara, saya mantap untuk mengikuti jejaknya. Beliau menjadi ...
  • Bebek Kaleo, Bebek Paling Lembut di Dunia
    Pernah makan bebek nggak? Kalian harus coba masakan bebek yang satu ini, Bebek Kaleo. Saat jalan-jalan ke kota Bandung, tidak lengk...
  • Cari Kuliner Nusantara? di Cipika Aja!
    Beberapa tahun terakhir banyak media yang memberitakan tentang penipuan-penipuan saat berbelanja online. Awalnya ngeri juga dengar berita-...

Blog Archive

  • ►  2017 ( 1 )
    • September 2017 ( 1 )
  • ►  2016 ( 2 )
    • June 2016 ( 2 )
  • ►  2015 ( 18 )
    • September 2015 ( 4 )
    • August 2015 ( 8 )
    • May 2015 ( 1 )
    • April 2015 ( 2 )
    • March 2015 ( 1 )
    • February 2015 ( 1 )
    • January 2015 ( 1 )
  • ►  2014 ( 46 )
    • December 2014 ( 3 )
    • November 2014 ( 5 )
    • October 2014 ( 1 )
    • September 2014 ( 7 )
    • August 2014 ( 4 )
    • July 2014 ( 5 )
    • June 2014 ( 11 )
    • May 2014 ( 6 )
    • April 2014 ( 1 )
    • March 2014 ( 1 )
    • February 2014 ( 1 )
    • January 2014 ( 1 )
  • ▼  2013 ( 22 )
    • December 2013 ( 1 )
    • November 2013 ( 1 )
    • October 2013 ( 2 )
    • September 2013 ( 3 )
    • August 2013 ( 2 )
    • July 2013 ( 2 )
    • June 2013 ( 1 )
    • May 2013 ( 2 )
    • April 2013 ( 2 )
    • March 2013 ( 2 )
    • February 2013 ( 3 )
    • January 2013 ( 1 )
  • ►  2012 ( 26 )
    • December 2012 ( 2 )
    • November 2012 ( 1 )
    • October 2012 ( 1 )
    • September 2012 ( 3 )
    • August 2012 ( 2 )
    • July 2012 ( 2 )
    • June 2012 ( 2 )
    • May 2012 ( 2 )
    • April 2012 ( 6 )
    • March 2012 ( 3 )
    • February 2012 ( 1 )
    • January 2012 ( 1 )
  • ►  2011 ( 29 )
    • December 2011 ( 1 )
    • November 2011 ( 1 )
    • October 2011 ( 4 )
    • September 2011 ( 4 )
    • August 2011 ( 4 )
    • July 2011 ( 3 )
    • June 2011 ( 2 )
    • May 2011 ( 3 )
    • April 2011 ( 1 )
    • March 2011 ( 3 )
    • February 2011 ( 1 )
    • January 2011 ( 2 )
AR Mutajalli. Powered by Blogger.

About Me

erig
View my complete profile

Blogroll

ASEAN Blogger
My Community :
Copyright 2016 AR Mutajalli - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates