Hari ini (16/5) saya dari supermarket di kawasan Kp. Utan, Ciputat. Abis belanja bulanan, tapi ada hal aneh yang saya temukan di supermarket.
Sebelum kesana, saya tulis dulu apa saja yang saya butuhkan. Karena jika tidak, biasanya ada barang-barang yang lupa dibeli dan kadang membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan, maklum klo sudah di supermarket pengennya beli aja semua yang ada di depan mata.
Setelah berkeliling supermarket beberapa menit dan menemukan lokasi barang-barang kebutuhan yang sudah di tulis tadi, sayapun mulai memilah-milah produk yang sesuai dengan kantong mahasiswa.
Sebelum mengambil produknya, biasanya saya bandingkan dulu kemasannya. Mau ngambil kemasan besar atau yang kecil, karena biasanya kemasan besar lebih hemat jika dibandingkan dengan kemasan yang kecil.
Saat itu, yang ingin saya beli salah satunya shampo. Setelah dihitung-hitung, dijumlah, dibagi, dan dibandingkan dengan kemasan besar dan kecil. Ternyata kemasan yang kecil lebih hemat. Kalau di supermarket lain biasanya sih lebih hemat kemasan yang besar. Setelah memutuskan untuk mengambil kemasan yang kecil, saya pilih lagi yang mana yang cocok dengan aroma yang saya inginkan. Saya pun membuka penutup kemasan shamponya dan mencium aroma mana yang bagus, namun apa yang terjadi??
Setelah saya mencium aromanya dan memperhatikan isi shamponya, Ada hal ganjil yang saya temukan dalam kemasan shampo itu. Ternyata isinya tidak penuh, kira-kira kurang 25%. Trus saya pencet kemasannya dan ternyata lumayan banget kurangnya.
Saya tidak langsung berburuk sangka, mungkin aja kemasan yang saya ambil kebetulan isinya kurang. Kemudian saya mengambil kemasan yang lain, dan apa yang terjadi sodara-soadara?? ternyata sama. Isinya juga kurang, kemasan itu tidak penuh. Wow !!
 |
| ini dia perbandingannya |
Saya langsung pergi meninggalkan produk itu, dan bergumam dalam hati kalau tidak mau lagi membeli shampo yang itu. Saya pindah ke produk shampo yang lain dan ternyata sama sodara-sodara !! kemasannya juga tidak penuh, saya langsung merasa tertipu.
Tapi saya tetap berbaik sangka, mungkin hanya kedua produk itu aja yang kayak gitu. saya pindah ke produk yang lain lagi dan ternyata sama aja semua produk shampo di supermarket itu tidak penuh. -Tapi saya tidak pindah ke supermarket yang lain, jauh.-
Dari situ saya simpulkan kalau semua produk shampo di supermarket itu isinya tidak penuh. Dan saya pun kembali ke produk yang pertama dan memutuskan untuk mengambilnya, karena sudah sering memakai produk itu.
Tapi saya tidak langsung mangambilnya, konsumen tidak mau rugi donk!!
Kemudian saya mengambil dua kemasan shampo yang sama, tengok kanan, kiri, depan, belakang, tidak ada petugas. Tengok atas, bawah tidak ada cctv.
dan ciyaaa!!
Saya dengan lincahnya membuka dua kemasan shampo yang sama dan mengisi kemasan yang satu sampai penuh. Mengambil kemasan yang penuh dan meninggalkan kemasan yang sudah berkurang.
Saya merasa benar melakukan hal ini karena saya sudah merasa tertipu oleh perusahaan/ supermarket pembuat/ penyedia produk itu. Selain itu saya pernah mendengar sebuah riwayat ?Menakaburi orang takabur itu SHODAQOH takabbur kepada orang yang takabbur kepada kita itu sedekah. Dan saya sudah bersedekah kepada mereka-mereka yang melakukan penipuan di supermarket itu.
Kalau memang jumlahnya seperti itu, kemasannya tidak usah di perbesar, secukupnya aja biar penuh dan konsumen tidak merasa tertipu.
Kepada sodara-sodara yang lain kalau ingin membeli produk di supermarket atau di manapun maka, seperti kata-kata bijak yang sering kita dengar, telitilah sebelum membeli. Siapa tahu mengalami hal yang sama dengan saya.
Tapi saya tidak menyarankan melakukan hal yang sama seperti yang saya lakukan tadi, kalaupun ingin dilakukan harap perhatikan sekeliling anda jangan sampai terlihat oleh petugas supermarket.
Hidup Konsumen !!